Berkedok Petugas Telkom, Komplotan Garong Berhasil Dicokok Polisi

Danial
Berkedok Petugas Telkom, Komplotan Garong Berhasil Dicokok Polisi
Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ruly Indra dalam konfrensi pers di Polsek Tamansari, Rabu (4/9/2019).

Jakarta, HanTer - Sebanyak sepuluh komplotan garong berkedok petugas lapangan PT Telkom dicokok polisi, lantaran mencuri kabel di bawah Jembatan Bociang Mangga Besar, Tamansari Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ruly Indra mengatakan, para pelaku berinsial DK (29), JY (34), AR (26), HA (26), AS (21), AA (20), S (22),  W (22), DS (22), dan H (35).

“Pelaku ini kelompok Lampung. Mereka melakukan aksinya dengan berbagi tugas masing-masing," ujar Ruly kepada wartawan dalam konfrensi pers di Polsek Tamansari, Rabu (4/9/2019).

Ruly menjelaskan, para pelaku ini sudah profesional, karena beraksi seperti pekerja PT Telkom. Namun operasi penangkapan terhadap pelaku berhasil dilakukan.

Ketika para pelaku akan ditangkap, polisi menerima adanya laporan informasi tentang adanya pencurian kabel di gorong-gorong milik PT. Telkom Indonesia, selanjutnya Unit Reskrim membentuk tim untuk melaksanakan penyelidikan terkait informasi tersebut.

Saat melintas di Jembatan Bociang, tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Rango Siregar bersama AKP Niko Purba melihat 4 orang yang dicurigai dengan menggunakan rompi pekerja berada di bawah jembatan tersebut sedang melakukan aktivitas pemotongan kabel.

"Kemudian 4 pelaku tersebut berhasil diamankan oleh tim berikut 6 pelaku lainnya. Setelah dilakukan interogasi ternyata mereka memotong kabel milik PT Telkom, selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Metro Tamansari guna proses lebih lanjut," ungkapnya.

Lanjut Ruly, dari hasil interogasi pengakuan para pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 3 kali, 2 kali di wilayah Kabupaten Bekasi dan 1 kali di wilayah Tamansari, Jakarta Barat

"Dari pengungkapan tersebut, barang bukti yang diamankan antaranya satu unit mobil Innova warna hitam, 28 potongan kabel Telkom, satu kapak besar, satu kapak kecil, tiga linggis, satu palu, satu pahat, satu roll meter, dua rantai, kulit sambungan peralon besar, 11 unit HP berbagai merk, sembilan dompet, enam lembar KTP, satu buku tabungan BCA atas nama Dede Kurnia," pungkas Ruly.

Kini para pelaku sudah dijebloskan kembali ke dalam penjara untuk menjalani proses hukum selanjutnya dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan.