Proyek Normalisasi Kali Ciliwung di Pengadegan Mangkrak, Kini Tunggu Tanda Tangan Anies

sammy
Proyek Normalisasi Kali Ciliwung di Pengadegan Mangkrak, Kini Tunggu Tanda Tangan Anies
Istimewa

Jakarta, HanTer - Proyek Normalisasi Kali Ciliwung di wilayah Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan nampak tidak ada kelanjutan. Mangkraknya proyek tersebut sudah terjadi selama sekitar lima tahun, tepatnya sejak era Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo tahun 2013. Bahkan, proyek bernilai triliunan rupiah yang dinantikan warga sebagai salah satu pencegahan banjir justru diulang tahapan pembangunannya saat ini. 

Pengulangan tahapan Normalisasi Kali Ciliwung itu diungkapkan Lurah Pengadegan, Azhari. Dirinya menyebut Dinas Sumber Daya Air bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melakukan pengukuran ulang terhadap seluruh bidang lahan di wilayah Pengadegan yang terdampak normalisasi Kali Ciliwung. 

Adapun pengukuran lahan yang diingatnya sekitar dua bulan lalu itu diungkapkannya sebagai acuan pembebasan lahan sekaligus rancang bangun turap maupun jalan inspeksi. Sebab, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta merubah trase atau jalur normalisasi Kali Ciliwung.

"Dari awal lagi, pengukuran. Makanya kita belum tahu batasnya (bidang) sampai mana? Soalnya trasenya itu baru, nah pembangunan ngikutin trase dari Dinas Citata," ungkapnya di Jakarta, Senin (2/9/2019). 

Berubahnya trase lanjutnya, secara langsung merubah status warga yang semula telah ditetapkan sebagai warga terdampak. Sehingga hingga kini, dirinya belum mengetahui berapa jumlah warga terdampak normalisasi Kali Ciliwung.

"Habis pengukuran kita baru dapatkan (luas) bidang kasarnya, dari mana-sampai mana, baru kita data siapa-siapa warga terdampak. Jadi data (warga terdampak) yang sebelumnya itu berubah, nanti ngikutin data yang baru," tambahnya. 

Azhari mengungkapkan, belum adanya data berdampak pada belum dapat melakukan sosialisasi ataupun langkah relokasi bagi warga terdampak normalisasi Kali Ciliwung untuk masuk ke dalam Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pengadegan. 

"Karena trase berubah, belum ada (sosialisasi dan relokasi, red)," jelasnya.

Tanda Tangan Gubernur

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, menyebutkan hal serupa. Pihaknya tidak dapat melakukan pembebasan sebelum data pengukuran dari Dinas Citata DKI Jakarta didapatkan. 

Selain itu, pembebasan hingga kelanjutan proses normalisasi katanya masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk menetapkan lokasi pembangunan.

"Kalau untuk normalisasi Kali Ciliwung sementara kita masih tunggu tanda tangan penlok (penetapan lokasi, red) oleh Gubernur. Jadi belum bisa," ungkapnya di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kendati begitu, dirinya memastikan proyek pencegahan banjir itu dapat segera dilanjutkan pada tahun ini. Sehingga ancaman banjir dapat dikurangi lewat pelebaran kali bersamaan dengan drainase vertikal yang tengah dikebut pihaknya saat ini.

"Jadi air itu nggak semuanya ngalir ke saluran-kali, tapi juga terserap ke dalam tanah. Kita buat biopori dan sumur resapan di seluruh wilayah," jelasnya.