Perkara Penipuan Proyek Bernilai Puluhan Miliar Rupiah Diduga Ada Pihak Lain yang Berperan 

Safari
Perkara Penipuan Proyek Bernilai Puluhan Miliar Rupiah Diduga Ada Pihak Lain yang Berperan 
Sidang perkara penipuan yang diduga dilakukan pasangan suami - istri Susiliawati Muryani Berlian dan H. Wahyu Widi Handoko kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Jakarta, HanTer - Sidang perkara penipuan yang diduga dilakukan pasangan suami - istri Susiliawati Muryani Berlian dan H. Wahyu Widi Handoko kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Kali ini sidang menghadirkan saksi fakta dari perbankan. Namun sidang digelar secara singkat karena hanya berlangsung sekitar 20 menit. 

Dalam kesaksiannya Rahmawati, Costumer Service (CS) Bank Central Asia (BCA) mengakui ada transaksi transfer yang masuk ke rekening Susiliawati Muryani Berlian. Ada sekitar 18 tranafer dana masuk ke rekening Susiliawati Muryani Berlian. Namun berapa besaran jumlah dana masuk ke rekening tersebut, Rahmawati mengaku tidak ingat atau lupa.

"Jumlah (dana masuk) tidak hapal," ujar Rahmawati dihadapan Hakim dan Jaksa di PN Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmalina Sinaga sempat menanyakan kepada saksi apakah jumlah transferan yang masuk ke rekening Susiliawati sampai Rp 20 miliar. Rahmawati mengaku tidak sampai Rp 20 miliar.  Namun berapa pastinya transferan yang masuk ke rekening Susiliawati, Rahmawati tetap menyatakan lupa. Apalagi saat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, Rahmawati mengaku hanya ditanya soal adanya transaksi transferan saja.

"Saya lupa," ujarnya hingga sidang ditutup oleh hakim.

Sementara itu usai sidang, Ricky Umar A, SH, MM, kuasa Tan Herry Sutanto pemilik PD. Surya Logam, korban penipuan yang dilakukan Susiliawati Muryani Berlian mengatakan, keterangan saksi semakin menunjukkan ada dana masuk ke rekening Susiliawati Muryani Berlian. Dari transferan tersebut diketahui bahwa dana sudah dibayar oleh PT. Rekacipta Inti Karya ke Susilawati tapi ternyata tidak dibayarkan ke Tan Herry Sutanto.

"Dalam kasus ini sebenarnya yang menjadi korban tidak hanya Tan Herry Sutanto. Tapi banyak korban lainnya. Di antaranya ada 6 korban lagi," ujar Ricky Umar A, SH, MM, yang juga didampingi kuasa Tan Herry Sutanto lainnya yakni Fernando Thendijaya, SH dan Aldi Surya Kusumah, SH.

Ricky menduga perkara penipuan yang diduga dilakukan pasangan suami - istri Susiliawati Muryani Berlian dan H. Wahyu Widi Handoko diduga melibatkan pihak lain atau ada orang yang bermain di belakang. Oleh karena itu Susiliawati Muryani Berlian dan H. Wahyu Widi Handoko diduga hanya dikorbankan. Indikasi ada pihak lain yang memainkan pasutri tersebut karena jumlah uang yang ditipunya sangat besar yakni sekitar Rp20 milar.

"Tapi terdakwa tidak tahu uangnya kemana. Jadi tidak mungkin dalam beberapa bulan uangnya habis," jelasnya. 

Perkara ini bermula ketika PT. Rekacipta Inti Karya mendapatkan kontrak kerjasama dengan PT. Anugerah Citra Abadi (sebagai Kontraktor Utama) dalam pengerjaan proyek  pembangunan sarana Penunjang  Operasi Tower A dan Tower B, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur. Untuk melaksanakan pengerjaan terhadap proyek tersebut maka pada sekitar bulan Juni tahun 2017  terdakwa Susi dan terdakwa Wahyu mendatangi Toko PD Surya Logam milik Tan Herry  Susanto untuk membeli bahan bangunan yang diperlukan dalam proyek tersebut.

Sebelumnya kedua terdakwa adalah pelanggan setia Tan Herry. Sehingga kedua terdakwa berjanji untuk melakukan pembayaran setelah barang dikirim oleh saksi korban, maka kedua terdaktwa mengatakan akan langsung melakukan pembayaran kepada saksi korban dan dijanjikan juga oleh kedua terdakwa kepada saksi korban uangnya akan ditransfer sesuai invoice kerekening Tan Herrry yakni Rp11,9 miliar.

Namun setelah dicairkan oleh Tan Herry, ternyata seluruh Giro tersebut ditolak oleh pihak bank dengan alasan dana tidak ada. Atas kejadian tersebut Herry melakukan pengecekan proyek tersebut dan bertemu dengan pihak PT. Anugerah Citra Abadi (H. Zakki Mubarokh) sebagai kontraktor utama, mengatakan proyek yang dimaksud telah selesai dan pihak PT.Anugerah Citra Abadi telah melakukan pembayaran  secara lunas kepada PT. Rekacipta Inti Karya melalui kedua terdakwa. Atas perbuatannya Susi dijerat pasal  378 Jo 55 ayat 1 ke 1 Jo pada 64 ayat 1 KUHP ancaman hukuman 5 tahun. Dan Wahyu dijerat pasal 372 Jo 55 ayat 1 ke 1 Jo pada 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun.