Rizal Ramli: Listrik Padam Ada Faktor Keteledoran Sistem dan Manusia

Alee
Rizal Ramli: Listrik Padam Ada Faktor Keteledoran Sistem dan Manusia
Ekonom senior Rizal Ramli

Jakarta, Hanter-- Tokoh nasional DR Rizal Ramli mengatakan, ada faktor keteledoran sistem dan manusia pada kasus listrik mati yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Hal ini yang harus diuji dan dinvestigasi.

“Pusat tenaga listrik di sekitar Jakarta cukup memadai tapi mahal (gas) kok dimatikan total? Listrik di Jatim memang lebih murah (batubara) tapi kok bisa semua 6 unit down? kata mantan Menmo Kemaritiman ini.

Lebih lanjut mantan Menko Perekonomian ini mengemukakan, kasus padamnya listrik tidak hanya merugikan dari sisi ekonomi, tapi juga turut membuka tabir bahwa sistem kekuatan Indonesia lemah. “Kasus listrik padam ternyata menunjukkan bahwa sistem kita (Indonesia) lemah sekali,” ujar Rizal Ramli.

Pernyataan mantan Kabulog era Presiden Abdurrahman Wahid mengacu pada fasilitas mendasar masyarakat yang ikut lumpuh bersamaan dengan pemadaman listrik. Seperti saluran telepon, layanan ATM, hingga kartu kredit. Ternyata mudah sekali lumpuhkan RI,” sindir mantan Menko Kemaritiman itu.

Kepada Presiden Joko Widodo yang akan kembali memimpin lima tahun mendatang, RR mengingatkan agar fokus pada pembenahan sistem-sistem layanan tersebut.

Semua layanan itu harus memiliki sistem yang berdiri sendiri-sendiri sehingga tidak bergantung pada listrik PLN.

Harus diperbaiki jadi sistim yang stand alone! Listrik mati, telepon, ATM dan kartu kredit harus tetap jalan,” tegasnya.

Selidiki

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Bareskrim Polri tengah menyelidiki penyebab terjadinya padam listrik lebih dari enam jam di kawasan Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat dan Banten pada Minggu (4/8).

Menurut Dedi, penyelidikan tersebut untuk memastikan ada tidaknya kesalahan manusia dalam insiden padam listrik.

"Masih didalami. Dicari dulu penyebabnya. Bisa jadi karena gangguan teknis, atau ada human erroratau karena gangguan lain," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Menurut dia, dalam penyelidikan ini, Polri sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri. Tim investigasi ini akan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).