Ahli Waris ASN Kemenpar Terima Santunan Jaminan Kematian

Arbi
Ahli Waris ASN Kemenpar Terima Santunan Jaminan Kematian
Penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKm) peserta BPJS Ketenagakerjaan di lingkup Kementerian Pariwisata. Foto: Dok BPJS TK

Jakarta, HanTer – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek menyerahkan klaim Program Jaminan Kematian (JKm) kepada Rotua Hutasoit, ahli waris dari almarhum Harris Lumban Gaol, yang meninggal dunia karena sakit.

Almarhum Harris Lumban Gaol merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negari Sipil (PNS) dilingkup Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang melakukan top up perlindungan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Penyerahan klaim sebesar Rp24 juta itu dilakukan langsung oleh Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi, dan disaksikan Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Harris Lumban Gaol. Santunan ini merupakan hak ahli waris almarhum yang melakukan top up perlindungan dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi dalam kesempatan tersebut.

Agoes menuturkan, santunan ini juga menjadi bukti nyata dan tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Semoga santunan ini bisa bermanfaat untuk membantu kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan,” kata Agoes.

Dalam kesempatan itu, Agoes menyatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan merupakan bukti kehadiran negara  untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia melalui empat program, yaitu jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kematian (JKM).

Setiap pekerja baik formal maupun informal diimbau untuk mengikuti program perlindungan ketenagakerjaan tersebut agar jika terjadi musibah mendapatkan manfaat layanan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan menanggung penuh biaya pengobatan peserta yang mengalami kecelakaan kerja, bahkan memastikan peserta bisa kembali bekerja dengan melalui program Return to Work,” ungkapnya.

Setiap peserta juga bisa mendapatkan manfaat tambahan layanan (MLT), seperti bantuan uang muka pembelian rumah dalam skema KPR dan keringanan suku bunga. Selanjutnya terdapat pula program co-marketing, di mana dengan menunjukkan kartu kepesertaan bisa mendapatkan diskon di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, seperti diskon hotel, restoran, tiket pesawat dan lainnya.