Elita Purnamasari Minta Penegak Hukum Usut PT JKI Produksi Obat Palsu

Danial
Elita Purnamasari Minta Penegak Hukum Usut PT JKI Produksi Obat Palsu
praktisi hukum dari kantor Lubis, Elita & Partner Dr Elita Purnamasari SH MH (kanan)

Jakarta, HanTer - Aparat penegak hukum diminta untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan obat yang diproduksi oleh PT Jaya Karunia Investindo (JKI) di Semarang Jawa Tengah. Polisi menyebut hampir 200 apotek mendapat pasokan obat-obatan dari pabrik tersebut.

"Kita sangat prihatin terhadap adanya pabrik obat palsu tersebut, karena ini terkait nasib generasi penerus bangsa, obat juga kebutuhan pokok bagi orang sakit," kata praktisi hukum dari kantor Lubis, Elita & Partner Dr Elita Purnamasari SH MH, kepada media di Jakarta, senin (29/7/2019).

Ia minta agar aparat penegak hukum termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut juga terkait perizinan yang diberikan kepada PT JKI oleh Badan POM RI. Oleh BPOM, KJI tercatat sebagai pedagang Obat Besar Farmasi (PDF). JKI bermodus mengemas ulang obat-obatan kadaluwarsa.

Polisi pun telah menangkap Direktur JKI bersama 7 orang lainnya. "Dalam praktek usahanya, tersangka melakukan pengemasan ulang terhadap obat-obatan keras generik menjadi obat-obat paten non generik yang memiliki harga lebih mahal. Selain itu tersangka melakukan pemalsuan terhadap tanggal kadaluarsa kemasan obat dan kapsul obat," ungkap Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran beberapa waktu lalu.

Kapan obat palsu mulai diproduksi dan diedarkan itu tidak diketahui, padahal masyarakat sudah mengkonsumsi obat tersebut. "Kita hanya prihatin terhadap generasi bangsa yang mengkonsumsi obat palsu, beberapa waktu lalu juga beredar imunisasi palsu, ini semua kita belum tau apakah sudah tuntas atau belum kasusnya," sesal Elita Purnamasari.

Ia juga meminta, kepada semua pihak memperhatikan yang dikonsumsi manusia. "Advokat jangan hanya menangani perkara korupsi, ataupun pidana lainnya. Masalah kesehatan juga harus menjadi perhatian, karena ini nasib kesehatan kita semua," pinta Elita yang berprofesi sebagai advokat ini.

Terkait temuan obat palsu tersebut, BPOM juga telah memeriksa sejumlah apotek yang melakukan pengadaan obat dari JKI. Serta telah melakukan intensifikasi pengawasan utamanya untuk mendeteksi peredaran obat palsu dari JKI. BPOM juga telah merekomendasikan pencabutan ijin JKI kepada Kemenkes.