PKS Optimis Kursi Wagub DKI Segera Terisi

Sammy
PKS Optimis Kursi Wagub DKI Segera Terisi
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Suhaimi

Jakarta, HanTer - Masa jabatan para anggota DPRD DKI periode 2014/2019 akan segera berakhir pada 25 Agustus 2019 mendatang. Namun, hingga kini proses pemilihan wakil gubernur kian mandek.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ongen Sangaji, mengaku khawatir DKI Jakarta tak akan memiliki wagub. Dia berharap, posisi wagub bisa segera terisi.

"Saya berharap seperti itu (cepat terpilih, red). Kalau kemudian ini tak dilaksanakan, saya punya kekhawatiran maka tidak akan ada wagub. Hal ini lantaran hingga saat ini rapat pimpinan gabungan (rapimgab) terus molor dan proses pemilihan di DPRD DKI Jakarta berjalan alot," ucap Ongen di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Terlebih, anggota DPRD periode 2014-2019 akan segera melepas jabatan pada 25 Agustus 2019 dan diganti dengan anggota DPRD periode 2019-2024.

Bisa Selesai

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Suhaimi memaklumi proses pemilihan wagub DKI yang waktunya terus mundur. Menurutnya, molornya waktu proses pemilihan dinilai sebagai proses politik dalam pemilihan wagub.

"Pasti ada komunikasi, ada lobi. Semua upaya kita lakukan. Jadi kita berharap dalam waktu dekat mudah-mudahanlah ada wagub Pak Syaikhu atau Pak Agung," kata Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Ia berharap, proses pemilihan wagub dapat diselesaikan dengan cepat. Suhaimi optimistis wagub terpilih tetap berasal dari PKS yakni Ahmad Syaikhu atau Agung Yulianto, yang juga telah disepakati bersama dengan Partai Gerindra.

Menurutnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi telah menginstruksikan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI untuk segera membuat surat undangan rapat pimpinan gabungan (rapimgab).

Bahkan, ia sudah bertemu langsung dengan Prasetio untuk menanyakan pelaksanaan rapimgab agar tata tertib pemilihan wagub segera disetujui dan dibawa ke rapat paripurna pengesahan.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, alotnya pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta di DPRD karena komunikasi politik yang tidak selesai. Menurut Adi, seharusnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selaku partai pengusung bisa lebih agresif untuk mendorong dewan segera memutuskan rapat paripurna pemilihan wagub.

"Karena posisi wagub ini kan sebenarnya sudah jatahnya PKS, meskinya PKS lebih agresif gitu ya, lebih ngotot untuk segera diputuskan oleh rapat paripurna," ujar Adi di Jakarta, Selasa (23/7/2019).