Anies Jamin Kebutuhan Pengungsi, Korban Kebakaran Cipinang Dapat Bantuan Rp50 Juta

Harian Terbit/Sammy
Anies Jamin Kebutuhan Pengungsi, Korban Kebakaran Cipinang Dapat Bantuan Rp50 Juta

Korban kebakaran di Jalan Cipinang Jaya I, Jakarta Timur pada Sabtu (6/7/2019), mendapat bantuan sebesar Rp 50 juta untuk korban kebakaran di Jalan Cipinang Jaya I, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/7/2019). 

Dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan 30 rumah di  RT 7 RW 10 ini  tidak ada korban jiwa. Namun sebanyak 147 warga yang harus mengungsi di tenda darurat SD Cipinang Besar Selatan.

Dana ini modal pembangunan awal rumah korban kebakaran, Bantuan  diberikan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Ketua RW 07 Masfur di posko pengungsian korban kebakaran yang terletak di halaman SDN Cipinang Besar Selatan 03/04. 

"Pak Gubernur tadi kan beri bantuan untuk recovery, iya dibantuin tadi Pak Gubernur kasih Rp 50 juta untuk modal pertama pembangunan," ujar Wali Kota Jakarta Timur M Anwar di Posko pengungsian korban kebakaran, Minggu (7/7/2019). 

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan kebutuhan dasar pengungsi korban kebakaran terpenuhi. “Seluruh kebutuhan dasar, kami pastikan terpenuhi, misalnya makanan 24 jam ada, untuk anak-anak disiapkan kebutuhan mereka untuk sekolah," kata Anies ketika meninjau lokasi kebakaran perumahan penduduk di Jalan Cipinang Jaya 1, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Minggu.

Pada tanggal 15 Juli 2019 atau saat mereka mulai sekolah, tidak ada masalah kebutuhannya, sementara orang tua mendapatkan pelayanan kesehatan. 

Anies juga mengapresiasi kinerja tim Pemadam Kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta yang bertindak cepat mengisolasi api serta tim dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Disdik), serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang responsif untuk membantu pengungsi.

“Alhamdulillah, tim pemadam kebakaran kita respons cepat berpacu dengan waktu, kira-kira 30 menit api sudah bisa dipadamkan," kata Gubernur.

Selain itu, Dinas Dukcapil Pemprov DKI Jakarta juga telah menyediakan posko pengaduan dan kepengurusan surat-surat beharga yang hilang atau terbakar di lokasi kejadian. Dengan demikian, seluruh korban terjamin kepemilikan dokumennya.

Guna mencegah kejadian terulang di lokasi lain di Jakarta, kata Anies, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah melakukan operasi pengecekan, terutama saluran listrik di kampung-kampung yang menjadi penyebab umum kebakaran.

"Kami sekarang ada operasi pengecekan utamanya saluran listrik. Jadi, di semua kampung dilakukan inspeksi apakah ada jaringan listrik yang berisiko atau tidak. Saya pesan bagi rumah-rumah agar tak memberikan beban yang terlalu besar pada sambungan listrik yang tidak sesuai,” kata Anies.