Terkendala Status Lahan, Program Revitalisasi 21 Pasar Tradisional di DKI Terancam Gagal

Sammy
Terkendala Status Lahan, Program Revitalisasi 21 Pasar Tradisional di DKI Terancam Gagal
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Revitalisasi 21 pasar tradisional di Jakarta yang akan dimulai tahun ini terancam gagal. Sebab, status lahan pasar dalam proses perubahan sertifikasi.

Padahal, revitalisasi pasar tradisional merupakan salah satu dari 23 Janji Kerja Gubernur DKI Jakarta yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta tahun 2017-2022. 

Anies sendiri, menargetkan akan merevitalisasi 28 lokasi pasar tradisional yang tersebar di lima wilayah kota. 

"Status lahan pasar saat ini berupa hak pakai, sementara untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional statusnya hak pengelolaan lahan," kata Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/7/2019). 

Ia mengungkapkan, perubahan status lahan menjadi penting untuk menghindari permasalahan hukum dikemudian hari. 

Berdasarkan informasi, tercatat ada 63 lokasi yang akan dilakukan perubahan sertifikasi dengan 22 yang sudah tersubmit di Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Syaiful berharap, tim yang dibentuk melalui keputusan gubernur (Kepgub) DKI Jakarta, yang terdiri dari Sekda, Biro Perekonomian, BP BUMD, BPAD, dan lain-lain, dapat serius untuk mengurus perubahan sertifikasi dari hak pakai menjadi hak pengelolaan lahan. 

Dengan demikian, janji Anies untuk merevitalisasi pasar tradisional segera terwujud. "Jangan sampai tim ini justru dianggap sebagai penghambat Gubernur Anies dalam mewujudkan janjinya," tegas Syaiful. 

Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya akan merevitalisasi 21 pasar tradisional di ibukota. Program revitalisasi tersebut dijadwalkan dimulai tahun ini dan rampung pada 2021. 

Konsep revitalisasi direncanakan akan mengintegrasikan pasar dengan permukiman penduduk, rusunawa, rusunami, hotel, dan perkantoran, dengan penambahan fasilitas, seperti bioskop rakyat pada beberapa pasar. 

Adapun 21 pasar tradisional yang akan direvitalisasi adalah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Pasar Kebon Melati, Jakarta Pusat, Pasar Lontar, Jakarta Pusat, Pasar Lontar, Jakarta Utara, Pasar Jembatan Lima, Jakarta Bara, Pasar Jembatan Besi, Jakarta Barat, dan Pasar Slipi, Jakarta Barat. 

Berikutnya, Pasar Jelambar Polri, Jakarta Barat, Pasar Radio Dalam, Jakarta Selatan, Pasar Mede, Jakarta Selatan, Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Pasar Karet Pedurenan, Jakarta Selatan, Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Pasar Kayu Putih, Jakarta Utara, dan Pasar Rawamangun, Jakarta Timur. 

Selain itu, Pasar Rawabadak, Jakarta Utara, Pasar Sindang, Jakarta Utara, Pasar Jembatan Merah Blok A, Jakarta Pusat, Pasar Sunan Giri, Jakarta Timur, Pasar Cipete Utara Blok A, Jakarta Selatan, dan Pasar Serdang, Jakarta Pusat.