Pemprov DKI Diminta Optimalkan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran

sammy
 Pemprov DKI Diminta Optimalkan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran

Jakarta, HanTer - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) lebih optimal mensosialisasikan pencegahan kebakaran.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Yani mengatakan, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran penting dilakukan terlebih saat ini memasuki musim kemarau.

"Harapannya agar warga tahu cara pencegahan dan penanggulangan kebakaran," ujar Yani di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Dikatakan Yani, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran juga penting digencarkan di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Yang tak kalah penting, sambung Yani, masyarakat juga harus paham dengan pemasangan instalasi listrik yang baik dan benar.

"Salah satu bentuk sosialisasinya bisa dilakukan dengan cara door to door,". tandasnya.


Kebakaran di Tanah Abang


Sementara kebakaran yang menghanguskan 66 bangunan warga di Jalan Jati Bunder, RT 16 Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, diduga terjadi akibat korsleting listrik.

"Penyebabnya korsleting listrik, tapi kita belum tahu dari titik korsleting awalnya," kata Lurah Kebon Kacang, Aiman Abdul Latif, di Jakarta, Minggu (30/6/2019)

Api menjadi cepat meluas karena sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan bangunan semipermanen, selain itu daerah itu padat bangunan, rumah dan toko di lokasi kejadian dinding-dindingnya berdempetan.

"Sekarang api sudah bisa dipadamkan, warga bersama petugas berupaya melokalisir api supaya tidak merembet ke bangunan lain," kata dia.

Butuh Bantuan Makanan

Korban kebakaran membutuhkan bantuan berupa makanan dan pakaian karena tidak banyak barang-barang warga yang bisa diselamatkan saat kejadian.

"Logistik, makanan dan pakaian, termasuk pakaian sekolah merupakan kebutuhan mendesak, kami dari pemerintahan sedang mengupayakannya, saat ini sedang kita data dulu," Aiman Abdul Latif.

Bantuan tidak hanya datang dari pemerintah saja, Kelurahan Kebon Kacang juga membuka kesempatan bagi masyarakat di Jakarta yang ingin ikut memberikan bantuan.

"Ada sekitar 500 orang yang terdampak kebakaran, kita juga sedang mendata berapa orang anak-anak yang bersekolah," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut diperkirakan warga mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Untuk bangunan saja, terdapat 34 rumah dan 32 toko yang hangus terbakar.

"Kalau jumlah pasti belum tahu, masih kita data berapa kerugiannya. Saat ini kita lebih fokus pada penyiapan tempat mengungsi sementara," ucap Aiman.

Kebakaran ini tidak jauh dari pusat perbelanjaan Tanah Abang, berada di seberang Pusat Grosir Blok B, jalan menuju Markas Kepolisian Sub-Sektor Tanah Abang.

Kebakaran tersebut tidak memengaruhi aktivitas perbelanjaan di Tanah Abang, hanya saja sempat menyita perhatian masyarakat yang melewati lokasi kebakaran.

Kebakaran di Jalan Jati Bunder RT 16 Kelurahan Kebon Kacang Tanah Abang tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.40 WIB, Minggu.

Petugas mengerahkan 28 unit mobil pemadam untuk memadamkan api, saat ini menurut Command Center Damkar DKI Jakarta, api sudah bisa dipadamkan dan dalam proses pendinginan.