"Wajah Baru Jakarta" Keadilan untuk Semua

Anies: “Membesarkan yang Kecil Tanpa Mengecilkan yang Besar”

Harian Terbit/Sammy
Anies: “Membesarkan yang Kecil Tanpa Mengecilkan yang Besar”
Gubernur DKI Anies Baswedan

Jakarta, HanTer - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-492 tahun ini dengan tema "Wajah Baru Jakarta". Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadikan kota ini milik semua, setara bagi semua, berkeadilan dengan berbagai kebijakan diambilnya.

"Memastikan dukungan kepada masyarakat yang marjinal, agar mereka bisa hidup dengan baik, mendapatkan kesempatan yang layak bagi semuanya," kata Anies saat Jakarta Night Festival di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu malam.

Hal itu nampak ditunjukkannya lewat sejumlah kebijakan yang telah disusun lewat Peraturan Daerah (Perda) maupun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta. Sehingga, pembangunan yang disusun telah terencana matang serta terlaksana dengan baik dan terukur.

"Nah perencanaan sudah ada dalam RPJMP, kita terjemahkan dalam kegiatan strategis daerah, ada 60 lebih kegiatan strategis daerah dan ini yang sedang kita laksanakan. Kita berharap nantinya pembangunan di Jakarat bukan satu-dua hal, tapi kalau tadi ada 60 program yang harus terlaksana di Jakarta ini," ungkap Anies usai Upacara HUT DKI Jakarta ke 492 di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019).

Dirinya kembali menegaskan sebuah pesan yang seringkali disampaikannya. Yakni, 'Membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar'. Sehingga, seluruh kebijakan yang dilahirkan dan diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan agar seluruh warga Ibu Kota mendapatkan porsi yang adil dalam pembangunan.

"Kita ingin, saya sering garis bawahi, 'membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar'. Jadi kita punya program-program besar, misalnya untuk masyarakat pekerja di Jakarta ini kita punya Kartu Jakarta Pekerja atau Pekerja Jakarta," jelas Anies.

"Ini contoh di mana kita memberikan dukungan kepada mereka-mereka yang bekerja dengan upah sekitar UMP ikut membantu memajukan Ibu Kota, tetapi mereka di ambang batas, di situ kita berikan dukungan," tambahnya.

Dukungan tersebut di antaranya kemudahan biaya transportasi, akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, bantuan keuangan bagi siswa yang termasuk dalam kategori sosial ekonomi rendah.

"Dan mulai tahun ini penerimaan siswa baru, mereka (siswa tidak mampu) mendapatkan porsi untuk di sekolah-sekolah, hampir 20 persen di mana penerima KJP mendapatkan slot. Tujuannya apa? agar mereka bisa mendapatkan sekolah yang baik agar mereka bisa sekolah," ungkap Anies.

Sebab menurutnya, para siswa yang berasal dari latar belakang keluarga terbatas katanya memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan. Sehingga nilai dan kualitas pendidikan siswa tersebut lebih rendah dibandingkan dengan siswa dari kalangan mampu.

"Efeknya mereka tidak bisa ikut kursus, kalau dilihat angkanya bisa kalah dari yang lain. Kita berikan kepada mereka (siswa) afirmasi. Ini contoh, jadi memberikan kesempatan yang kecil untuk besar tanpa harus mengecilkan yang sekarang sudah besar," ungkapnya Anies.

"Kita ingin Jakarta jadi kita yang memberikan kesempatan yang setara bagi semuanya," tambahnya.

Merubah Stigma

Wajah Jakarta Baru lanjutnya, merubah stigma negatif Ibu Kota yang tertutup kepada para pendatang. Menurutnya, DKI Jakarta layaknya sebuah kanvas kosong yang kini memperbolehkan siapa pun menggoreskan warna dalam pembangunan.

"Saya tadi sampaikan Jakarta ini seperti kanvas yang diberikan pada semua untuk silahkan melukis di kanvas ini. Dan kemarin kita barusan membuka kawasan Jalan Kendal untuk pedestrian, untuk pejalan kaki sekaligus digambar mural-mural," ungkap Anies.

Belum Signifikan

Disisi lain, Wajah Baru Jakarta yang dijanjikan pada HUT ke-492 DKI Jakarta dinilai Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna, masih belum terdapat perubahan signifikan. Menurutnya, salah satu hal yang nyata terlihat berubah saat ini di Jakarta hanyalah di bidang transportasi dengan hadirnya Mass Rapid Transit (MRT).

Namun, lanjut dia, itupun bukan semata hadir di era Gubernur Anies Baswedan saat ini. Melainkan suatu proses panjang yang telah dilakukan sejak era gubernur-gubernur sebelumnya.

"Sejauh ini wajah baru Jakarta hanya sebatas dalam wujud harapan semata dan belum ada perubahan signifikan. Slogan wajah baru Jakarta hanya sekadar branding pada acara HUT ke-492 tahun Jakarta," ujar Yayat di Jakarta, Minggu (23/6/2019).