TAJUK: 492 Tahun Jakarta: Kemacetan dan Permukiman Kumuh Masih jadi "PR"

***
TAJUK: 492 Tahun Jakarta: Kemacetan dan Permukiman Kumuh Masih jadi
Suasana kemacetan di Jakarta (ist)

Ibu kota Jakarta, Sabtu (22/6/2019) genap berusia 492 tahun. Di usianya yang setua ini, masih banyak catatan yang perlu digaris bawahi oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mulai tingkat kemacetan, hadirnya moda transportasi baru,  jumlah ruang terbuka hijau yang stagnan, kemiskinan, gelandangan pengemis, dibolehkannya PKL berjualan di trotoar, di jalan, dan  waduk Pluit, yang belum terpelihara dengan baik.

Tak hanya itu, rermukiman kumuh masih menjadi salah satu persoalan yang segera diselesaikan Pemprov DKI Jakarta. Melihat laporan Kementerian PUPR, 267 kelurahan di DKI, 118 kelurahan diantaranya atau 45 persen masih memiliki permukiman kumuh. Jadi kondisi seperti itu harus dilakukan perbaikan. 

Pengamat perkotaan Nirwono Joga mengemukakan, tanpa memikirkan masalah permukiman kumuh, "Wajah Baru Jakarta," yang menjadi tema HUT ke-492 DKI, tentu hanya sekedar pencitraan. Itulah sebabnya, Pemprov DKI juga harus mengalokasikan anggaran supaya pembangunan "Wajah Baru Jakarta" yang sesuai dengan aturan.

Menurut Nirwono, "wajah baru" Jakarta belum menyelesaikan masalah mendasar persoalan kota Jakarta. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), yang didesain artistik di GBK dan Bundaran Senayan dan resmi dibuka Gubernur DKI Anies Baswedan pada Februari lalu, menurut Nirwono, hanya sekedar mempercantik JPO.

Sementara, kondisi JPO yang lain masih banyak yang perlu diperbaiki. Terutama yang dalam kondisi berbahaya, seperti tiang mau roboh, lantai berlubang, pagar berkawat. Juga masih banyak JPO yang belum ramah disabilitas, lansia, anak-anak dan ibu hamil.

Kemacetan masih menjadi salah satu persoalan yang diidentikan dengan ibu kota. Menurut survei Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah, setidaknya terdapat 18 juta kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta setiap hari.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan Jakarta adalah sistem ganjil genap yang menggantikan sistem 3-in-1 di ruas jalan protokol DKI.

Kehadiran moda raya terpadu (MRT) yang diresmikan 24 Maret lalu, menurut Pemprov DKI mampu mengurangi beban jalan secara operasional.  LRT Jabodebek diproyeksikan membawa 500 ribu penumpang per hari. 

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI untuk mendorong transportasi umum ternyata membuahkan hasil. Menurut hasil survei Tom Tom Traffic Index, yang dirilis belum lama ini, kemacetan lalu lintas Jakarta berkurang hingga 8 persen pada tahun 2018. Hasil survei tersebut menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kemacetan parah ketujuh di dunia, naik dari peringkat keempat pada tahun 2017.
 
Menurut para pakar, penambahan moda transportasi umum tidak cukup untuk menuntaskan masalah kemacetan di Jakarta. Sebaiknya perlu dilakukan memperbaiki angkutan dan perlu ada kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Misalnya ERP (electronic road pricing) atau sistem jalan berbayar.

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu melakukan upaya membuat transportasi umum lebih nyaman sehingga masyarakat mau berpindah dari transportasi pribadi ke transportasi umum. Juga mengintegrasikan antartransportasi publik. Upaya integrasi bukan cuma fisik, melainkan juga layanan pembelian tiket.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanamkan pesan perubahan wajah Jakarta melalui mural yang diresmikan di terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, Jumat.

Anies mengatakan bahwa karya ini merupakan refleksi dan contoh transformasi wajah Jakarta. Tak hanya secara fisik berupa lukisan, goresan cantik mural ini juga menggambarkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang berdampak pada perilaku warganya untuk semangat berjalan kaki.

Kita harapkan di usianya ke-492 Jakarta wajah Ibu Kota ke arah yang lebih baik lagi. Baik dalam hal pengelolaan pemerintahan, maupun cara pandang/perilaku masyarakatnya.

Selain itu, ke depannya Jakarta menjadi kota yang ramah bagi warganya dan manusiawi. Kemudian, tingkat kemiskinan, jumlah pemukiman kumuh terus berkurang. Untuk itu, seluruh warga Jakarta bersama Pemprov DKI perlu bersama-sama untuk mempecepat terciptanya ‘wajah baru’ Ibu Kota.

#HUT   #DKIJakarta   #ibukota   #macet   #pemukiman   #kumuh