Ada Potensi Kerugian Negara 

CBA: Periksa Bos PT KBN dengan Delik Dugaan Korupsi

Anugrah
CBA: Periksa Bos PT KBN dengan Delik Dugaan Korupsi
Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi

Jakarta, HanTer - Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak penyidik Polda Metro Jaya segara memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), HM Sattar Taba terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

''Polda Metro Jaya harus segera memanggil dan memeriksa Sattar Taba sebagai Dirut KBN dalam kasus dugaan penggelapan atau dugaan adanya tindak pidana korupsi. Ini bagian komitemen kepolisian untuk membersihkan praktik korupsi di perusahaan milik negara. Polda Metro Jaya harus tegas membongkar dan menetapkan tersangkanya,'' ujar Uchok kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6/2019). 

Uchok menambahkan, kasus yang membelit KBN ini akan menjadi perhatian utamanya. Artinya, jika Polda Metro Jaya terlihat tidak bisa membongkar kasus potensi kerugian negara sebesar Rp.7.7 miliar ini, CBA akan membawa kasus dugaan korupsi di KBN ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Pembersihan BUMN, kata Uchok, seperti sedang menjadi prioritas KPK. Tiga BUMN sedang digarap KPK yaitu dirut PT PLN Sofyan Basyir, direksi PT Pupuk Indonesia dicokok setelah menyuap anggota Fraksi Golkar di DPR, Bowo Sidik Pangarso dan direksi PT Krakatau Steel juga ditangkap ketika menerima suap dari rekanan perusahaannya. 

Selain itu, Uchok meminta penyidik Polda Metro Jaya tidak menggunakan narasi dugaan penggelapan dalam kasus KBN. Dengan adanya dugaan potensi kerugian negara sebesar Rp7.7 miliar, lebih baik kepolisian menggunakan narasi dugaan adanya korupsi.
 
''Polda Metro Jaya harus menyediki kasus KBN dengan delik dugaan korupsinya. Soalnya, ada dugaan kerugian uang negera dalam kasus ini,'' pungkasnya.

Sebelumnya, Senin (17/6/2019), penyidik Polda Metro Jaya masih mengkaji kasus dugaan penggelapan yang menyeret Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), HM Sattar Taba. Kasus ini terkait dengan proyek pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

"Iya kasusnya masih diproses penyidik, masih dikaji dan didalami,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Argo Prabowo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (17/6). Argo juga belum bisa memastikan apakah penyidik sudah memeriksa terlapor Sattar Taba atau belum terkait kasus yang menyeretnya tersebut. 

Untuk diketahui, Direktur Utama PT KBN Sattar Taba dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penggelapan uang Rp 7,7 miliar terkait proyek pembangunan Pelabuhan Marunda dan tercatat dalam Nomor Laporan Polisi LP/2410/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 2 Mei 2018.