BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kerja

Arbi
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kerja
Account Representative Khusus BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Sudirman, Debora Nova tengah berbincang dengan dokter saat mengunjungi Komaruddin, di RS MMC Jakarta, Selasa (18/6/2019). Foto: Dok BPJS TK yang membina UKM JS 03.

Jakarta, HanTer – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Sudirman mengunjungi seorang pedagang UKM (usaha kecil dan menengah), JS 03, yang mengalami Kecelakaan Kerja, di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Kunjungan ini diwakili oleh Debora Nova S.B dan M. Dede Bariansyah selaku Account Representative Khusus yang membina UKM JS 03. JS 03 sendiri merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) di bawah naungan Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.

Pada tanggal 18 Juni 2019 Mie Bangka 99, salah satu UKM di JS 03 telah mulai beraktifitas seperti biasanya, sejak pukul 07.00 wib pemilik dan karyawan mulai menyiapkan dagangannya.

Malang tidak dapat dihindarkan,  pukul 07.45 wib, Komarudin, seorang Karyawan Mie Bangka 99 mengalami kecelakaan kerja saat memotong sawi, tidak sengaja 3 jari tangan kanannya terkena pisau pemotong.

Sadar telah dilindungin BPJS Ketenagakerjaan sejak April 2018, Komarudin langsung dilarikan ke IGD dan langsung mendapatkan pelayanan secara cepat di RS MMC yang merupakan salah satu Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan.

Saat dikunjungi, Komarudin menghela nafas legah meskipun masih dalam perawatan, pada kesempatan ini pihak BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan Komarudin ditanggung  BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh sesuai indikasi medis.

Kepala Kantor Cabang Jakarta Sudirman, Erni Purnamawati menyampaikan turut prihatin atas insiden kecelakaan kerja yang dialami Komarudin. 

"Semoga yang bersangkutan lekas pulih dan dapat beraktifitas seperti biasanya, pada kasus kecelakaan kerja seperti ini kami (BPJS Ketenagakerjaan) akan memberikan hak pekerja seperti Komarudin yang sudah terdaftar perlindungan BPJS Ketenagakerkaan, seluruh biaya pengobatan Komarudin sampai sembuh sesuai indikasi medis menjadi tanggungjawab BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Erni saat ditemui di Kantor Cabang, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Komarudin mengucap syukur telah mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, 

”Insiden ini akan saya jadikan pelajaran, saya harus bekerja dengan lebih hati-hati, alhamdulillah, saya benar-benar merasakan manfaat program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, dalam musibah seperti ini saya tidak menyusahkan keluarga maupun pemilik usaha tempat saya bekerja, BPJS Ketenagakerjaan mengcover semua biaya pengobatan saya, harapan saya para pekerja agar segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan, beban akan diringankan oleh BPJS Ketenagakerjaan ketika mengalami musibah seperti yang saya alami,” ucap Komarudin.

Erni menambahkan, saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah melindungi 627 UKM dan Lokbin di Kecamatan Setiabudi.

JKK sendiri, lanjut dia, merupakan 1 dari 4 program BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya.

Selain manfaat dari empat program yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP), perserta juga mendapatkan manfaat tambahan layanan (MLT) seperti bantuan uang muka pembelian rumah dalam skema KPR dan keringanan suku bunga.

Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program co-marketing. Program ini juga merupakan manfaat tambahan bagi peserta, di mana dengan menunjukkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan diskon di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, seperti diskon hotel, restoran, tiket pesawat dan lainnya.

“Ini dapat diakses melalui aplikasi BPJSTKU pada ponsel pribadi tenaga kerja,” kata Erni.