Dinilai Berhasil, Pemprov DKI Akan Lanjutkan dan Perluas Cakupan Program Mudik Gratis

Sammy
Dinilai Berhasil, Pemprov DKI Akan Lanjutkan dan Perluas Cakupan Program Mudik Gratis
Suasana mudik

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melanjutkan dan memperluas cakupan program Mudik Gratis. Hal itu disampaikan Anies saat menerima 43 warga yang merupakan perwakilan dari peserta program Mudik Gratis Lebaran 1440 Hijriah di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban, Anies mendengarkan langsung berbagai respons dan tanggapan positif atas penyelenggaraan program ini. 

"Insya Allah tahun depan kita akan teruskan. Dan kita berharap nantinya kita bisa perluas, sehingga lebih banyak lagi yang bisa memanfaatkan. Nah memang yang kita kerjakan dengan menyiapkan kendaraan mudik ini dua arah, yaitu untuk mudik ke kampung dan dari kampung kembali ke Jakarta. Banyak yang mengira hanya satu arah, padahal dua arah. Jadi, nanti lain kali, kalau mendaftar, bisa dua kali, bolak-balik," ujar Anies, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Pada pertemuan tersebut, salah seorang pemanfaat program Mudik Gratis, Bambang Heriyanto, bercerita tentang perjalanan mudik ke Jombang bersama istri dan keempat anaknya. 

Ia menuturkan, penyelenggaraan mudik gratis ini sangat mempermudah warga Jakarta untuk bersilaturahmi ke rumah orang tua di kampung halaman. 

"Namanya mau menengok orang tua di kampung, tapi tidak pegang duit, saya sempat memutuskan tidak pulang. Ada mudik gratis dari Pemprov DKI, pagi-pagi jam 06.30WIB saya sudah sampai di Sudin Perhubungan di daerah Cawang. Sangat luar biasa buat saya mudik tahun ini, buat saya dan keluarga," ungkapnya.

Cerita lain diungkapkan Tukimin yang selama tiga tahun terakhir belum berkesempatan untuk melakukan perjalanan mudik. Ia mendapatkan informasi Program Mudik Gratis dari Pemprov DKI Jakarta dan merasa terlayani dengan baik sejak keberangkatan hingga sampai ke kampung halaman. 

"Belum pernah ikut mudik sama sekali. Sekeluarga masing-masing bawa baju dua-dua. Ternyata di Monas pelayanan prima, tidak seperti yang dibayangkan seperti di terminal-terminal yang lain. Ada petunjuknya dari petugas dan dipermudah. Kita tidak dipungut biaya, duit yang seharusnya buat ongkos bisa dipakai buat berbagi untuk sanak saudara," terangnya.

Kemudian, Gubernur Anies turut menerima sejumlah kritik yang membangun maupun saran dalam penyelenggaraan Mudik Gratis 2019, agar kegiatan yang sama di tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik lagi. Beberapa masukan yang dicatat, antara lain penyediaan makanan ringan dan takjil untuk buka puasa, kaos program Mudik Gratis, juga disediakan toilet di dalam bus.

"Jadi, saya berterima kasih ibu/bapak menyempatkan untuk mampir ke Balai Kota. Salam hangat untuk keluarga semua. Insya Allah tahun depan kita bertemu lagi, diberikan umur panjang. Pokoknya semua hal yang kira-kita kita bisa perbaiki kabari kami. Biar mudiknya nanti bisa lebih nyaman," tandasnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi kegiatan mudik gratis bagi warga Jakarta dengan mengerahkan 594 armada bus yang terdiri atas 372 armada bus saat mudik dan 222 armada bus saat balik. Setiap armada bus memiliki kapasitas maksimal 54 orang yang kemudian akan mengantar penumpang ke 10 kota tujuan, yaitu Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

Total anggaran untuk Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta mencapai 14 Miliar rupiah, yang diperuntukkan bagi penyewaan bus dua kali perjalanan, penyewaan 62 truk pengangkut motor peserta mudik, pembayaran pajak, sistem pengawasan, pelaksanaan, dan pengelolaan acara.

Apresiasi

Disisi lain, Program Mudik Gratis Gubernur Anies dinilai layak diacungi jempol. Karena selain merupakan bentuk pemenuhan janji kampanyenya saat Pilgub Jakarta 2017, program itu juga dapat menekan angka kecelakaan pada musim arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Pak Anies top markotop. Program Mudik Gratis, baik saat pemberangkatan ke kampung halaman maupun saat kembali ke Jakarta (arus balik), tanpa  kecelakaan alias zero accident ," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, di Jakarta, Senin (12/6/2019).

Dirinya mengakui, persoalan yang paling ditakuti pemerintah setiap musim arus mudik dan arus balik Lebaran adalah tingginya angka kecelakaan. Karenanya, jelas dia, pemerintah dan semua pihak terkait, putar otak untuk dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di kalangan pemudik dengan sepeda motor. 

"Nah, mudik gratis ini salah satu solusinya. Jadi, Program Mudik Gratis ini tepat,” tegas aktivis yang akrab disapa SGY itu.

Ia pun mengatakan, menurut data kepolisian yang ia terima, angka kecelakaan pada musim mudik tahun ini menurun signifikan. Yaitu, 64% dari 1.410 kasus pada 2018, menjadi 509 kasus pada 2019. 

"Penurunan ini tentu salah satunya adalah berkat partisipasi dan dukungan semua pihak, termasuk Program Mudik Gratis," imbuhnya.

Untuk diketahui, pada Program Mudik Gratis 2019 Pemprov DKI Jakarta,  sebanyak 17.427 warga menjadi peserta. Mereka diberangkatkan ke kampung halamannya di berbagai daerah di Pulau Jawa, dengan 594 unit bus dan 62 truk yang bertugas mengangkut sepeda motor milik para peserta tersebut.

Para pemudik itu diberangkatkan Gubernur Anies Baswedan dari Monas, Jakarta Pusat, pada 31 Mei 2019.

Sejak Sabtu (8/6/2019), para pemudik itu telah mulai kembali ke Jakarta, juga dengan bus yang disediakan Pemprov DKI.