Program Mudik Gratis Untungkan Warga Jakarta: “Kok Sirik Banget Sama Pak Anies”

Harian Terbit/Sammy
Program Mudik Gratis Untungkan Warga Jakarta: “Kok Sirik Banget Sama Pak Anies”
Mudik dan balik Jakarta gratis digagas Anies Baswedan

Jakarta, HanTer -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyelenggarakan mudik gratis untuk pertama kalinya pada lebaran tahun ini. Program yang digagas Gubernur Anies Baswedan dinilai sangat menguntungkan warga Jakarta yang sedang merasakan kesulitan ekonomi. Karena, mereka bisa pulang kampung dan balik gratis tanpa mengeluarkan ongkos transportasi.

"Rakyat sedang susah. Mau pulang kampung ongkosnya serba mahal. Jadi mudik dan balik gratis Pak Anies sangat menguntungkan dan pantas dilanjutkan ke tahun-tahun berikutnya," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Karenanya, Taufik mengaku bingung dengan munculnya kecurigaan penggelembungan anggaran terhadap program yang baru pertama kali dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

"Kalau disebut ada korupsi, silahkan tunjukkan bukti-buktinya. Jangan asal ngoceh lewat media sosial," tegas Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.

Taufik juga mempertanyakan sikap publik yang lebih menyoroti program mudik dan balik Anies Baswedan. Padahal, banyak sekali instansi pemerintah maupun BUMN yang menggelar kegiatan serupa. "Kok sirik banget sama Pak Anies. Wong beliau bekerja tulus untuk warga Jakarta, kenapa dicurigai terus," ujar Taufik.

Diacungi Jempol

Disisi lain, Program Mudik Gratis Gubernur DKI Jakarta Anies Rayid Baswedan layak diacungi jempol. Karena, selain merupakan bentuk pemenuhan janji kampanyenya saat Pilgub Jakarta 2017, program itu juga dapat menekan angka kecelakaan pada musim arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Pak Anies top markotop. Program Mudik Gratis, baik saat pemberangkatan ke kampung halaman maupun saat kembali ke Jakarta (arus balik), tanpa kecelakaan alias ZERO ACCIDENT," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Sugiyanto mengakui, persoalan yang paling ditakuti pemerintah setiap musim arus mudik dan arus balik Lebaran adalah tingginya angka kecelakaan. Karenanya, pemerintah dan semua pihak terkait, putar otak untuk dapat menekan angka kecelakaan, khususnya di kalangan pemudik dengan sepeda motor.

"Nah, mudik gratis ini salah satu solusinya. Jadi, Program Mudik Gratis ini tepat," tegas pria yang akrab disapa SGY itu.

Seperti diketahui, pada Program Mudik Gratis 2019 Pemprov DKI Jakarta, sebanyak 17.427 warga menjadi peserta. Mereka diberangkatkan ke kampung halamannya di berbagai daerah di Pulau Jawa, dengan 594 unit bus dan 62 truk yang bertugas mengangkut sepeda motor milik para peserta tersebut.

Para pemudik itu diberangkatkan Gubernur Anies Baswedan dari Monas, Jakarta Pusat, pada 31 Mei 2019. Sejak Sabtu (8/6/2019), para pemudik itu telah mulai kembali ke Jakarta, juga dengan bus yang disediakan Pemprov DKI.

Rilis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menyebut, pada Sabtu ada 9.657 pemudik yang kembali ke Jakarta. Mereka diangkut dengan 222 unit bus, sementara sepeda motor milik mereka diangkut dengan 26 truk.

Ke-9.657 pemudik tersebut berasal dari 10 kabupaten/kota, yakni Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri dan Jombang,

SGY sekaligus menyesalkan adanya tuduhan miring dari pihak tertentu atas program ini, namun menilai bahwa tuduhan itu dapat dianggap sebagak kritik yang membangun bagi Pemprov DKI agar ke depan lebih transparan dalam menanganinya.

Rp14 Miliar

Adapun untuk melaksanakan program tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi menggelontorkan anggaran sebesar Rp14 miliar. Dana sebanyak itu termasuk untuk arus balik.

"Terdapat sejumlah informasi yang tidak benar dan tidak akurat yang tersebar di media sosial terkait anggaran sewa bus yang mencapai 14 miliar rupiah," jelas Plt Kepala Dishub DKI Sigit Wijatmoko di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Ia menjelaskan, anggaran tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi sewa bus, melainkan juga untuk menyewa truk pengangkut motor. Dengan total sebanyak 62 truk. Itu terdiri atas 36 unit truk arus mudik dan 26 unit truk arus balik.