Apartemen Serpong Greenview Tersandung Dua Kasus. Airin Harus Bertindak Tegas! 

Anu
Apartemen Serpong Greenview Tersandung Dua Kasus. Airin Harus Bertindak Tegas! 
Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany

Tangsel, HanTer -- Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany diminta untuk tegas menertibkan keberadaan apartemen nakal yang menyedot air tanah ilegal. Tindakan ini jelas akan membuat rusaknya lingkungan dan berkurangnya cadangan air tanah di Tangsel.

Minimnya pengawasan dari Pemkot Tangsel membuat sejumlah apartemen di Kota Tangsel, Banten disinyalir menyedot air tanah untuk kegiatan sehari hari yang aktivitasnya hampir 24 jam. Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan akan berdampak permukaan tanah turun dan mematikan sumber air di perut bumi. Selain itu, penggunaan air tanah jelas tidak pro pembangunan daerah.

Padahal, sejak 2017, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mencanangkan proyek pembangunan air bersih melalui BUMD yakni PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS). Selain itu, Airin gencar merealisasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Tangsel.

Dugaan ilegal penggunaan air tanah salah satunya dilakukan Apartemen Serpong Greenview. Air bersih untuk penghuni apartemen elite ini berasal dari air tanah. Hal itu jelas melanggar peraturan daerah 

Di DKI Jakarta dan sejumlah daerah di dekatnya, seperti Bekasi, apartemen diharamkan menggunakan air tanah. Karena jelas merusak lingkungan. Di mana, tinggi permukaan tanah bisa turun dan menimbulkan hilangnya sumber air tanah.

Untuk Kota Tangsel, bagi perusahaaan yang menggunakan air tanah, haruslah memiliki Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA). Hal ini mengacu kepada PP No 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah. Bisa jadi, apartemen yang berlokasi di Jalan Astek RT 001 RW 003 Kelurahan Serpong Gudang Timur Kecamatan, Serpong, Kota Tangsel itu, tidak memiliki SIPA.

Tak berhenti di situ, Apartemen Serpong Greenview disinyalir marak bisnis haram berupa prostitusi online. Di mana, praktik haram yang beroperasi di Apartemen Serpon Greenview ini, memanfaatkan aplikasi digital (MiChat) dan praktiknya di apartemen-apartemen mewah.

Ketika informasi ini dikonfirmasikan kepada Simon Ngantung, GM Apartemen Serpong Greenview, tidak mau bertanggung jawab. Selaku GM seharusnya dirinya berani memberikan penjelasan bukan malah melempar kepada anak buahnya. "Silahkan hubungan Melki. Ini bukan urusan saya," pungkasnya.

Sementara Kapolsek serpong, Kompol Stepanus Lukito berjanji akan menelusuri dugaan prostitusi online di Apartemen Serpong Greenview. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pengelola. 

"Kita akan koordinasi dengan pengelola apartemen dulu. Kalau benar, kita tindak. Sejauh ini kita sudah ada kerja sama," paparnya.
                                                   ++++++++++++++++++++++++

 

Klarifikasi P3SRS Apt. SGV Terkait Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA)

Serpong, HanTer - Ketua Persatuan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni atas Satuan Rumah Susun Apartemen Serpong Greenview (P3SRS Apt. SGV) Djonslim membantah berita di harianterbit.com, berjudul: Apartemen Serpong Greenview Tersandung Dua Kasus. Airin Harus Bertindak Tegas! 

Dalam surat keberatannya, Djonslim mengatakan berita yang terbit Senin, 27 Mei 2019 itu tidak akurat karena menyebut Apartemen Serpong Greenview diduga menggunaan air tanah secara ilegal. 

Djonslim menambahkan, Apartemen Serpong Greenview sudah mengantongi Surat Izin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA). Hal ini mengacu kepada PP No 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah. Hal ini sebagai bentuk pihak apartemen untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya resapan air di Tangerang Selatan.

Klarifikasi ini sekaligus koreksi redaksi, dan pemuatan hak jawab P3SRS Apt. SGV.
 

Redaksi