Empat Polisi Gadungan Dibekuk Buser Polsek Taman Sari

Danial
Empat Polisi Gadungan Dibekuk Buser Polsek Taman Sari
Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rully Indra Wijayanto

Jakarta, HanTer - Empat polisi gadungan berinsial BS (50), MI (36), BR (68) dan TR (36) berhasil dicokok tim buru sergap (Buser) Polsek Metro Taman Sari.

Keempat orang tersebut kini menjadi tersangka lantaran terbukti merampok pedagang online, Alief Lahman di kawasan Pasar Pecah Kulit, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (1/5/2019).

Para pelaku menggunakan sejumlah peralatan kepolisian, mulai dari seragam, lencana, hingga borgol. Mereka berlagak menggeledah kamar kos-an.

“Korban dituduh sebagai judi online. Padahal korban adalah pedagang online,” kata Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Rully Indra Wijayanto di Polsek Taman Sari, Selasa (14/5/2019).

Usai menggeledah tempat kos korban, Rully menjelaskan, para pelaku yang lebih dahulu menyewa mobil, kemudian membawa korbannya memutar jalanan di Jakarta Barat. Tersangka meminta tebusan kepada pelaku Rp 80 juta, disepakati Rp 50 juta dan baru diberikan Rp 10 juta.

Dalam ketakutan dengan tangan terborgol, Alief menghubungi pacarnya. Ia meminta untuk menyiapkan sisa uang tunai untuk menebus.

“Pacar korban, kemudian melaporkan ke petugas. Kami langsung bersiasat menjebak para pelaku,” ujar Rully.

Menjelang pukul 02.00 pagi, polisi menjebak pelaku dan mengamankannya di salah satu lokasi di Taman Sari. Keempatnya tak berkutik, saat polisi asli mengamankan para tersangka.

“Saat ini, kami mencari dua orang lain yang memberikan informasi kepada mereka,” beber Rully.

Selanjutnya, Kanit Reskrim Polsek Taman Sari, AKP Ranggo Siregar mengatakan telah menyelidiki kasus ini. Ia menyakini kejadian ini bukanlah yang pertama. Karena beberapa peralatan mulai dari surat tugas palsu, lencana, borgol hingga seragam polisi.

Dari hasil penyidikan sementara, keempatnya mengaku membeli barang itu di sekitar Pasar Senen, Jakarta Pusat.

“Untuk kasus ini, mereka merancangnya sudah berminggu-minggu. Mereka memantau korban dan mencari sejumlah informasi,” tutur Ranggo.

Ranggo mengatakan polisi sendiri masih menyisir dugaan banyaknya korban yang dilakukan kelompok ini. Sebab begitu terorganisirnya para pelaku. Ranggo yakin keempatnya telah lama beraksi.

“Kami masih menghimpun korbannya,” ucap Ranggo.

Sementara terhadap korbannya, Ranggo memastikan tudingan akan judi online yang dilakukan para pelaku tak terbukti. Ia mengakui telah memeriksa Alief dan tak menemukan dugaan adanya praktek judi.

Keempat tersangka dikenakan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dengan ancam hukuman pidana 9 tahun penjara.