Warga Butuh Air Bersih, Pakaian dan Buku Pelajaran

Ribuan Orang Kampung Bandan Kehilangan Tempat Tinggal

Danial/Alee
Ribuan Orang Kampung Bandan Kehilangan Tempat Tinggal
Ribuan warga Kampung Bandan kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran

Jakarta, HanTer— Warga korban kebakaran terjadi di kawasan pemukiman padat, RW 05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, sangat membutuhkan bantuan air bersih. Selain itu warga Kampung Bandan juga membutuhkan pakaian sekolah serta buku-buku pelajaran untuk anak-anak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kebakaran yang terjadi, Sabtu (11/5/2019) di pemukiman padat itu menghanguskan 450 rumah. Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) dengan total 3.500 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di pemukiman padat penduduk di Kampung Bandan RW05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu. Mereka tidur di tenda  pengungsian.

"Ada 450 bangunan yang terbakar, sedangkan total sementara kepala keluarga yang terpaksa mengungsi ada 400 KK dengan total 3.500 jiwa," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Satriadi Gunawan, di Jakarta, Sabtu.

Satriadi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran terjadi pada sekitar pukul 14.15 WIB. "Saksi melihat ada api yang berasal dari salah satu rumah di RT12 Kelurahan Ancol. Kemudian bersama warga lainnya mencoba memadamkan api," tutur Satriadi.

Kebakaran di RW05 Kampung Bandan tersebut mempengaruhi tiga RT yaitu, RT11, RT12 dan RT13.

Kawasan pemukiman padat dengan rumah yang saling berdekatan dengan banyaknya bangunan semi permamen membuat si jago merah sulit untuk dijinakkan.
 

Bantuan Sosial

Warga korban kebakaran juga membutuhkan bantuan sosial. "Bantuan air sih sudah ada, tetapi dari (bantuan) sosial, kalau dari pemerintah sepertinya belum," ujar Ujang, warga RT 11, seperti dilansir Liputan6.com, yang rumahnya hangus terbakar si jago merah, Minggu (12/5/2019).

Dia mengatakan, dirinya dan warga lainnya sangat membutuhkan air bersih. Apalagi menurut dia banyak balita yang juga terdampak akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu 11 Mei 2019 kemarin.

"Bayi ada beberapa, tapi ini karena siang, panas, mungkin pada berteduh di rumah-rumah (tetangga) yang masih utuh," kata dia.

Selain itu, menurut Ujang, warga sekitar lokasi kebakaran juga membutuhkan pakaian sekolah serta buku-buku pelajaran untuk anak-anak. Menurut dia, banyak warga yang tak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

4 Saksi Diperiksa

Sebelumnya polisi telah memeriksa empat saksi terkait musibah kebakaran yang menghanguskan 450 rumah di Kampung Bandan RW05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

"Saksi yang sudah kita mintai keterangan ada empat orang," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat ditemui di lokasi kebakaran, Minggu (12/5/2019), seperti dilansir Antara.

Polisi mengatakan penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Kampung Bandan RW05, Ancol, Jakarta Utara, bukan disebabkan oleh ledakan tabung gas.

"Saksi yang kita periksa ada empat tapi tidak ada yang mendengar bunyi ledakan, sehingga kami bisa simpulkan sementara bahwa (kebakaran) itu bukan berasal dari tabung gas," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Minggu.

Pihaknya hari ini dijadwalkan akan menggelar olah TKP bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mencari penyebab kebakaran.

"Mungkin ada penyebab lain, bisa dari korsletring listrik atau ada sumber api lain, nanti akan kami lakukan penyelidikan," ujarnya.

Budhi menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, kebakaran terjadi pada pukul 14.30 WIB, saat itu seorang warga melihat ada api dibelakang rumahnya.

Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan harus mengerahkan 27 unit kendaraan pemadam untuk menjinakkan si jago merah.

Dua orang petugas damkar juga harus dilarikan ke rumah sakit. Keduanya pingsan akibat sesak nafas karena menghirup asap saat berjibaku dengan si jago merah. Keduanya dilarikan ke RSUK Pademangan untuk mendapat perawatan dan dilaporkan sudah dalam kondisi baik.

Berbagai Bantuan

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan memastikan pelajar korban kebakaran di Kampung Bandan RW05, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, bisa kembali bersekolah tanpa gangguan. "Mereka semua (siswa) dijamin untuk bisa langsung sekolah tanpa ada gangguan," kata dia, saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu.

Ia mengatakan, bantuan berupa seragam sekolah telah didistribusikan kepada lima siswa korban kebakaran dengan rincian lima siswa Sekolah Dasar (SD), 27 siswa SMP dan tiga siswa SMA.

Ia juga mengatakan Dinas Sosial DKI Jakarta sudah memberikan bantuan mulai dari tenda pengungsian hingga makanan dan air sejak Sabtu malam. "Pemerintah langsung hadir sejak tadi malam. Kita dirikan tenda-tenda pengungsian, ada 4 posko pengungsian. Kemudian tim kesehatan juga," kata Anies.

Pemerintah kota Jakarta Utara yang memastikan pengungsi korban kebakaran di Kampung Bandan, mendapatkan bantuan makanan sahur dan takjil yang sudah didistribusikan sejak Sabtu, (11/5/2019) kemarin malam.

"Kami berikan bantuan beberapa makanan bagi warga di sini," kata Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau, dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Syamsuddin menjelaskan, pendistribusian logistik juga diberikan kepada perwakilan warga, antara lain 150 kilogram beras, 25 dus mie instan, lima 10 dus biskuit dan logistik berupa perlengkapan hidup pun turut didistribusikan mulai dari 160 lembar selimut, 21 lembar terpal, 20 lembar matras, 50 item daster, hingga 48 paket sandang.

Distribusi bantuan makanan cepat saji tersebut akan dilakukan hingga sepekan ke depan. "Tentunya pendistribusian logistik akan terus dilakukan bukan hanya hari ini. Pendistribusian bantuan ini kita lihat sampai tujuh hari ke depan," ungkapnya.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Aji Antoko mengemukakan, pada intinya Pemprov DKI dan Pemkot Jakarta Utara siap membantu para korban terdampak. "Distribusi ini kita lihat (awasi) hingga sepekan ke depan," kata Aji.