Tingkatkan Daya Saing, Kemenkop Dorong Pelaku UMKM Jalin Kemitraan

Arbi
 Tingkatkan Daya Saing, Kemenkop Dorong Pelaku UMKM Jalin Kemitraan

Jakarta, HanTer – Keberadaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dewasa ini tak lepas dari tantangan dan hambatan, baik dari segi permodalan, sumber daya manusia, manajemen, minimnya penguasaan teknologi informasi, iklim berusaha serta dari segi distribusi pemasaran produk yang dihasilkan.

Untuk itu, dibutuhkan pola kemitraan antara pelaku UMKM dengan pengusaha besar agar tetap eksis dan berkembang di tengah persaingan usaha saat ini. Tentunya, pola kemitraan ini harus saling menguntungkan antara dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Demikian benang merah dalam kegiatan Sosialisasi Kemitraan Rantai Nilai/Pasok Komoditas UMKM yang digelar oleh Deputi bidang Restrukturisasi usaha, Kementerian Koperasi danUKM di Bali, Kamis (11/4/2019), yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari stakeholder terkait dan sejumlah pelaku usaha dan kalangan petani.

Turut hadir sebagai pembicara, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Raka Sunetri, dan Praktisi dari Indonesia Cooperative Reaseach and Development Institute, Nana Sutisna.

Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra menyatakan komitmennya untuk  membantu setiap pelaku UKM di Bali agar memiliki kemitraan dengan usaha besar. Bahkan, Ia juga terus mendorong pelaku usaha besar untuk terlibat aktif dalam memberi bimbingan dalam meningkatkan kualitas SDM pelaku UKM dan kelompok tani serta perikanan.

“Pengusaha besar juga harus menjamin pembelian hasil produksi koperasi UMKM, serta mempromosikan hasil produksi UMKM,” kata Gede Indra, dalam keterangannya, Jumat (12/4/2019).

Melalui kemitraan, jelasnya, secara otomatis dapat meningkatkan pendapatan UKM, meningkatkan nilai tambah bagi pelaku kemitraan, terjadinya pemerataan ekonomi, dan bertambahnya kesempatan kerja serta menghindari persaingan yang tidak sehat.

Bahkan, sambung dia, pola kemitraan ini juga sudah diatur Pemerintah Provinsi Bali melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018 tentang pemberdayaan produk pertanian, pertanian dan produk lokal unggulan lainnya.

Ditempat yang sama, Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Abdul Kadir Damanik dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pemantauan Kemitraan Usaha Koperasi dan UMKM, Ratih indarwati, menyatakan bahwa Kemenkop UKM terus mendorong setiap pelaku UMKM bisa menjalin kemitraan agar semakin berkembang dan menembus pasar global.