PT LRT: Ujicoba Publik Agar  Tidak Bermasalah Seperti MRT

sammy
 PT LRT: Ujicoba Publik Agar  Tidak Bermasalah Seperti MRT

 

Jakarta, HanTer - Operasional resmi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Velodrome-Kelapa Gading masih menunggu penyempurnaan integrasi dengan halte bus Transjakarta Rawamangun. 

Ujicoba publik dilakukan langsung menggunakan mesin taping agar tidak bermasalah seperti Mass Rapid Transit (MRT).

Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan, proyek pembangunan LRT sudah mencapai 100 persen. Mulai dari penanda terhubungnya jalur utama (main line) hingga stasiun. Menurutnya, operasional resmi hanya tinggal menunggu penyempurnaan integrasi di stasiun Velodrome dengan halte bus Transjakarta Rawamangun yang dibangun melalui jembatan penghubung (Skybridge).

"Akhir April ini pembangunan Skybridge selesai. Jadi awal Mei sudah beroperasi resmi," kata Iwan Takwin di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Iwan menjelaskan, beberapa waktu lalu uji kelayakan sarana dan prasana dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) telah dikeluarkan dan  di teruskan ke Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai rekomendasi dikeluarkannya sertifikat izin operasional.

Sambil menunggu proses izin dan pembangunan Skybridge, lanjut Iwan, pihaknya akan melakukan ujicoba trial run dengan melibatkan masyarakat umum. Dalam ujicoba tersebut nantinya, masyarakat akan langsung menggunakan mesin taping untuk masuk ke dalam stasiun. Sehingga, ketika frekuensi pengguna tinggi, masalah mesin bisa langsung diatasi.

"Kita tidak ingin seperti MRT yang bermasalah pada taping mesin dan vending machine saat beroperasi resmi mengalami overload. Jadi dalam ujicoba nanti kita akan sekaligus ujicoba ticketing" ujarnya.

Sementara terkait fase lanjutan, Iwan menyatakan bahwa, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan studi kajian dan kelayakannya. Dimana, untuk kajian studi dari Rawamangun akan diteruskan ke Manggarai dan dari Depo Kelapa Gading diteruskan ke Jakarta International Stadium di kawasan Sarana Rekreasi Olahraga, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"LRT harus diteruskan supaya dapat melayani mobilitas masyarakat dalam menggunakan angkutan umum," pungkasnya.