Ketua Gema Nusantara Nilai Pelantikan Ribuan Pejabat Oleh Anies Terkesan Asal-Asalan

Sammy
Ketua Gema Nusantara Nilai Pelantikan Ribuan Pejabat Oleh Anies Terkesan Asal-Asalan
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah melakukan demosi, rotasi, mutasi dan promosi, terhadap ribuan pejabat eselon II, III, dan IV pada Senin (25/2/2019) lalu. Pasca kebijakan tersebut dilakukan, polemik pun kerap bermunculan.

Ketua DPD Gerakan Muda Nusantara (Gema Nusantara) DKI Jakarta, Asep Firdaus, mengatakan, pelantikan ribuan pejabat terkesan asal-asalan. Karena, lanjut dia, tidak berdasarkan kinerja dan alasan yang jelas. Bahkan, muncul rumor praktik jual beli jabatan dengan oknum Pemprov DKI Jakarta yang diduga bisa mengatur penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Adapun salah satu SKPD yang dirombak adalah Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. 

Menurut Asep, perombakan di SKPD ini banyak membawa pertanyaan di publik. Sebab, banyak pejabat Dinkes yang dilantik Anies merupakan tumpukan ASN yang diduga bermasalah pada masa lalu. Terutama dalam kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan. 

Asep menuturkan, tumpukan ASN bermasalah itu mulai dari pimpinan tinggi sampai kepala bidang (Kabid). 

"Kasusnya macam-macam, seperti kasus penggelapan mobil ambulans di Jakbar, kasus hilangnya berkas pasien Gakin/SKTM, kasus penunjukan langsung verifikator KJS, dan pemotongan dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan)," kata Asep di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Karenanya, Asep mempertanyakan keputusan Anies yang memilih pejabat tanpa melihat rekam jejaknya. Terlebih, dalam Pilkada DKI 2017 beberapa pejabat Dinkes yang saat ini menduduki kursi empuk adalah pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahoker. 

Sehingga hal tersebut membuat Asep meragukan kinerja Dinkes DKI akan lebih baik dari era sebelumnya. 

"Bisa bisa Dinas Kesehatan malah jadi Dinas Kesakitan jika komposisinya seperti ini. Dan tidak tertutup kemungkinan pajabat yang sekarang hanya untuk menutup korupsi yang dilakukan pejabat masa lalu karena pejabat  yang duduk sekarang adalah bagian dari lingkaran pejabat masa lalu," pungkas Asep.