Ibu Muda Bunuh Balita Diduga Alami Gangguan Jiwa

Danial
Ibu Muda Bunuh Balita Diduga Alami Gangguan Jiwa
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Lisa seorang ibu muda berusia 22 tahun yang diduga mengalami gangguan jiwa, tega menghabisi nyawa anaknya sendiri.

Wanita yang belum diketahui keberadaan suaminya ini, kini diperiksa kejiwaannya karena dalam kontrakan saat warga RT 02/RW 09 Kelurahan Cakung Barat, warga mendapati jasad balita SH (3) anak Lisa itu sudah tergeletak mengenaskan di atas kasur sekira pukul 18.30 WIB.

Saat ditemukan warga, Lisa yang sedang sakit hingga tubuhnya kurus kering hanya meringkuk di kamar mandi dalam keadaan nyaris telanjang dengan tatapan kosong dan sesekali meracau.

Sebelumnya, warga Cakung geger, lantaran seorang balita berusia tiga tahun tewas akibat satu luka tusuk di dada sebelah kiri dan empat luka tusuk di dahi yang dilakukan ibu kandungnya di di Cakung, Jakarta Timur.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Kamis (28/2/2019) sekitar pukul 18.30 WIB di rumah kontrakan korban dan pelaku di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Terungkapnya kejadian tersebut berawal ketika dua orang tetangga pelaku mendengar teriakan dari dalam kontrakan, namun mendapati pintu kontrakan pelaku terkunci.

"Keduanya mendobrak pintu rumah kontrakan pelaku. Setelah terbuka kedua saksi melihat anak korban dengan posisi terlentang di kasur dan mengalami luka tusuk pada bagian dada kiri dan 4 luka tusukan pada bagian dahi, lalu didekat anak korban ada sebilah pisau," kata Kapolsek Cakung Kompol Imam Irawan, Jumat (1/3/2019).

Lisa yang diduga kuat pelaku pembunuhan itu ditemukan di kamar mandi, dengan hanya mengenakan celana dalam.

"Tidak lama kemudian datang ibu pelaku yang selanjutnya membawa korban ke Rumah Sakit Firdaus Sukapura Jakarta Utara," bebernya.

Dugaan sementara berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi serta luka di tubuh korban, sang ibu diduga telah melakukan kekerasan terhadap anaknya hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Polisi belum menyimpulkan kasus ini, namun jika hasil pemeriksaan membuktikan tidak ada gangguan jiwa, pelaku akan dijerat Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 (3) KUHP.

Hingga saat ini, Lisa masih dirawat secara intensif, dan diduga sulitnya ekonomi kemudian mempengaruhi kesehatan jiwa menjadi pemicu diantara penyebab pembunuhan balita ini.