Ubah Sampah Jadi Emas, Pegadaian Resmikan Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri 

romi
Ubah Sampah Jadi Emas, Pegadaian Resmikan Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri 
Peremian Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri/ ist

Jakarta, HanTer – Banyak cara dilakukan sejumlah pihak agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Salah satunya, seperti yang dilakukan PT Pegadaian (Persero) yang mengajak masyarakat Ibukota untuk ubah sampah menjadi emas, melalui Program Bersih-Bersih Pegadaian, di Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri, Jl Komp. Angasa Pura No. 7, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Ya, bank Sampah tersebut merupakan yang ke 15 setelah sukses membangun di 14 kota seluruh Indonesia. 

"Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri ini merupakan Bank Sampah yang ke 15 dan yang ke 2 di Jakarta. Dengan adanya Bank Sampah ini seluruh warga setempat dapat menikmati manfaat dari Program Bersih-Bersih Pegadaian. Masyarakat dapat mengubah sampah rumah tangga menjadi emas," kata Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan, Damar Latri Setiawan, di acara peresmian Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (3/3/2019).

Dikatakan Damar, Program Pegadaian Bersih-Bersih bertujuan untuk mengajak masyarakat di Kelurahan Menteng Atas agar dapat memahami cara memilah sampah dengan baik dan benar. Sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat baik dalam sektor  ekonomi maupun lingkungan.

"Untuk mewujudkan harapan Pegadaian sebagai BUMN Hadir untuk Negeri, melalui Program Bersih-Bersih ini perseroan akan memberikan pembelajaran mengenai pengelolaan sampah. Masyarakat akan diajarkan mengolah sampah untuk dipilah menjadi sampah yang Organik dan Non-Organik," terangnya.
Setelah itu nanti sampah dapat dikumpulkan atau disetor ke rumah pengelolaan sampah (pool) yang sudah dibentuk oleh tim Pegadaian dengan cara ditimbang, diproses dan diolah. "Selanjutnya tahap terakhir, yaitu hasil pengolahan dapat ditukar dengan tabungan emas,” tambahnya.

Sedangkan, Direktur Keuangan & Perencanaan Strategis PT. Pegadaian persero Ninis Kesuma Adriani menyampaikan, pihaknya membuat program membuang sampah dengan mengubah tabungan emas, agar masyarakat dapat tergugah mengumpulkan sampah sehingga dapat berperan dalam membantu dari segi perekonomian masyarakat.  

"Kita ingin memberi 'awareness' dari mengumpulkan sampah menjadi menabung emas," ucap Ninis.

Ditambahkan Ninis, bila masyarakat mau menabung emas dengan satu gram senilai Rp500 - 600 ribu. Lalu kalau duitnya belum ada tetap gak bisa dibeli, tetapi kalau menabung emas nggak harus mahal. 

Dengan tabungan emas ini bisa dimulai dari Rp 6 ribu maka bila terkumpul akan menjadi tabungan emas di Pegadaian, dan bisa dua kilogram emas kalau saja terkumpul.  

"Ini program baru untuk bersih-bersih lingkungan, terobosan baru ini bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dengan tabungan emas, dibuat program ini bagian memerangi sampah. Jadi nggak usah khawatir akan hilang duitnya, nanti akan bisa dikonversi ke tabungannya emas," paparnya.

Sejauh ini, Kemayoran menjadi lokasi pembangunan Bank Sampah ke 15 Pegadaian yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan sampah di DKI Jakarta. Karena menurut data pada November 2018, volume sampah di Jakarta mencapai 7.250 ton per hari dengan jumlah bank sampah yang mencapai 1.500/bank sampah.

Sedangkan, di tahun 2018 Indonesia menjadi negara nomor dua sebagai pemasok sampah terbesar di dunia setelah Negara Tirai Bambu, Cina. Hal ini dikarenakan produksi volume sampah di Indonesia mencapai angka 65,8 juta ton per tahunnya, 16% dari jumlah tersebut merupakan sampah pelastik.  

Sementara,  Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara menyambut baik Program Bersih-Bersih Pegadaian. Ia mengatakan, adanya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri dapat membuat rasa kepedulian terhadap lingkungan semakin tinggi. Sehingga diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan terhadap kehidupan sosial dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, adanya Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri juga dapat meningkatkan sektor ekonomi khususnya di Kelurahan Kebon Kosong.  "Dengan adanya Bank Sampah ini dapat menjadikan sebuah dorongan untuk masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap lingkungan. Sehingga ini juga akan menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar menjadi lebih baik, karena sampah dapat ditukar menjadi emas," kata Bayu.

Dalam peresmian The Gade Clean and Gold PT Pegadaian (Persero) juga dihadiri Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VIII Jakarta 1, Edi Sarwono, Lurah Kebon Kosong, kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Samsul Ma'arif.
 

#Pegadaian   #Bank   #Sampah   #Selaras