LRT Diharapkan Jadi Alat  Transportasi Merakyat

ant
LRT Diharapkan Jadi Alat  Transportasi Merakyat

Jakarta, HanTer - Masyarakat berharap Lintas Rel Terpadu (LRT) dapat menjadi alat transportasi merakyat baik dalam hal keterjangkauan, kenyamanan, keamanan, maupun waktu tempuh.

"Yang jelas harganya harus terjangkau," kata R.A Barnabbas yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi saat ditemui Antara, Jumat (1/3/2019) menanggapi LRT rute Velodrome-Kelapa Gading.

Barnabbas menjelaskan kalau harganya ternyata lebih murah menggunakan ojek daring maka saya tak memilih LRT untuk sampai ke Kelapa Gading.

"Idealnya tarif yang terjangkau sekitar Rp10.000," ujar dia.

Menurut dia dari segi kepraktisan memang lebih mudah menggunakan ojek daring mengingat tangga LRT cukup tinggi.

Dia berharap LRT dapat melewati kawasan perumahan sehingga warga yang tinggal di perumahan memiliki akses yang mudah untuk bepergian.

"Kalau stasiunnya dekat bakal sering naik, tapi karena jauh bakal jarang dan kalau lebih murah ojek daring ya pakai ini saja", ujar Fadil seorang mahasiswa. Dia sedikit keberatan dengan harga tarif LRT yang kurang lebih sama dengan ojek daring. Dia menilai jika LRT ingin menjadi solusi kemacetan tarif harga harus lebih bersahabat sehingga akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Fadil juga berharap LRT mampu menjadi solusi dari kemacetan dan banyak jalan di Jakarta yang mampu dijangkau dengan LRT. Sedangkan Krisdianto karyawan di salah satu kantor yang dekat dengan stasiun mengatakan, pembangunan LRT sendiri mengakibatkan kemacetan di sekitar Velodrome.

"Kawasan Velodrome akhir-akhir ini kerap macet akibat penyelesaian pembangunan proyek LRT," ujar dia. Dia berharap jalanan di sekitar diperluas sehingga tidak ada lagi kemacetan dan akses untuk ke usaha-usaha di sekitar stasiun menjadi mudah.