Ambilalih Tanah PT KAI, Sejumlah Pelaku Dihukum

sammy
Ambilalih Tanah PT KAI, Sejumlah Pelaku Dihukum
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Sama seperti kasus pembelian tanah Cengkareng, di Kelurahan Pinangsia Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, tepatnya di belakang gedung BNI, tanah 5.000 meter yang awalnya dikuasai PT Kereta Api Indonesia (KAI) dikuasai dan diambilalih pihak lain.

Kasus ini menjadi masalah hukum sehingga sejumlah pelaku dihukum, antara lain Lurah Pinangsia, Kepala BPN Jakarta Barat dan oknum di Pemprov DKI serta pihak yang memiliki sertifikat. Hukuman yang diterima antara 4 sampai 7 tahun.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Jakarta Barat berhasil menangkap terpidana tindak pidana korupsi pengambilalihan tanah PT KAI, Anis Alwainy (68), yang buron sejak 2017.

Anis ditangkap di sebuah rumah di Kemanggisan, Jakarta Barat, oleh Tim JPU Kejari Jakbar dan Tim Adhyaksa Monitoring Center setelah pengejaran selama satu tahun.

"Terpidana diamankan di sebuah rumah di wilayah Kemanggisan, tanpa perlawanan sekitar Pukul 13.30 WIB," kata kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Patris Yusrian Jaya saat ditemui Antara di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Jumat.

Lahan yang diambilalih Anis berada di Jalan Kemukus Nomor 6-9, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Tanah seluas 62.218 meter persegi tersebut dulunya berstatus hak pakai dan merupakan milik PT KAI atau yang kala itu masih bernama PJKA.

Tanah tersebut diambilalih dengan cara menerbitkan sertifikat Hak Guna Bangunan dengan No 2849/Pinangsia atas nama PT. Dwiputra Metropolitan sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp39.723.165.000.

"Anis Alwainy dipidana oleh Mahkamah Agung pada 2017 karena kasus korupsi pengambilihan hak atas tanah dan bangunan milik PJKA dengan cara membuat sertifikat Hak Guna Bangunan atas tanah tersebut," kata Patris.

Terdakwa telah merugikan negara sebesar Rp39,7 miliar dan atas perbuatannya Anis dipidana penjara selama 7 tahun, denda Rp500 juta rupiah subsidiair 6 (enam) bulan kurungan dan uang pengganti Rp39,7 miliar.