Polemik Kekosongan Kursi Wagub DKI Selesai, Tim Panelis: Syaikhu Berpeluang

Harian Terbit/Sammy
Polemik Kekosongan Kursi Wagub DKI Selesai, Tim Panelis: Syaikhu Berpeluang

Polemik kekosongan kursi Wakil Gubernur (Wagub) DKI kerap bergulir hingga kini. Bahkan, hal tersebut dinilai bisa berdampak pada timbulnya persoalan-persoalan baru. Sejumlah kalangan mengingatkan agar tidak berlama-lama lagi membiarkan posisi Wagub DKI kosong. 

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik, mengaku tak lagi mempersoalkan nama pengganti calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. Menurutnya polemik perebutan kursi DKI-2 tersebut sudah selesai."Aman, sudah," kata Taufik di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Ia menuturkan, kedua nama cawagub telah diserahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Proses selanjutnya tinggal menunggu nama tersebut diserahkan ke DPP PKS."Tinggal terima dari PKS saja siapa," katanya.

Adapun pihak PKS menyebut bahwa kedua nama cawagub DKI yaitu Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu. Taufik mengaku tidak keberatan dengan dua nama itu."Tinggal tunggu putusan, mungkin minggu ini diserahkan ke kita" ujarnya.

Peluang Syaikhu

Disisi lain, nama Ahmad Syaikhu disebutkan berpeluang besar karena dinilai lebih memiliki kompetensi menjadi orang nomor dua di ibukota. Tim panelis perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI, Syarif, sempat menyebutkan beberapa alasan tertentu mengapa Ahmad Syaikhu dinilai lebih baik ketimbang Agung Yulianto. 

Menurutnya, Ahmad Syaikhu dianggap lebih berkompenten lantaran mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat itu punya pengalaman jelas memiliki kemampuan menjalankan pemerintahan daerah."Bagi saya Syaikhu lebih pantas, kalau dibanding Agung ya," kata Syarif di Jakarta.

Menurut dia, Syaikhu pernah sebagai Wali Kota, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, dan pernah menjadi auditor di Aparatur Sipil Negara (ASN).

Oleh karena itu, kata Syarif, bisa disimpulkan Agung Yulianto tak bisa disamakan dengan Syaikhu."Tugas Wagub kan bukan ban serep. Jadi mesti punya kompetensi dan pengalaman. Agung, berat," ucapnya.

Saat ditanya, terkait Agung berat dihadapan panelis, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu mengaku tidak bisa membocorkan alasan kenapa berat untuk Agung."Saya tak bisa membocorkan. Agung berat. Bahkan, Agung jauh," tegas Syarif.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima laporan fit and proper test calon wakil gubernur (cawagub) DKI. Menurutnya, ia menerima laporan terkait dua nama yang sudah disepakati, namun mengaku belum mengetahui kedua nama tersebut.

"Sudah konklusif yang menyepakati dua nama kemudian mereka akan mengirimkan mudah-mudahan sebelum akhir pekan selesai saat ini," ujar Anies usai kunjungannya ke Apartemen Lavande, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019) malam.