LRT Velodrome-Kelapa Gading Beroperasi Akhir Februari 2019

sammy
LRT Velodrome-Kelapa Gading Beroperasi Akhir Februari 2019
Istimewa

Jakarta, HanTer - Moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Velodrome-Kelapa Gading ditargetkan dapat beroperasi pada akhir bulan ini. LRT yang memiliki panjang 5,8 kilometer itu tinggal menunggu izin operasional dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan progres pembangunan LRT Velodrome-Kelapa Gading saat ini sudah mencapai 100 persen. Menurutnya, saat ini pihaknya hanya menunggu sertifikat dari Balai Pengujian Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah melakukan pengujian sarana dan prasarana LRT sejak pekan lalu.

"Empat rangkaian kereta sudah ada sertifikatnya. Empat lainnya tinggal tunggu saja. Sekarang pengujian fokus ke prasarana, yaitu stasiunnya, deponya," kata Iwan di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Iwan menjelaskan, beberapa hal yang diuji Kemenhub antara lain semua fasilitas di stasiun, area peron, jalur kereta, area parkir kereta di depo, hingga area pemeliharaan kereta di Depo Kelapa Gading. Setelah melakukan berbagai pengujian, Kemenhub akan menerbitkan rekomendasi dan sertifikat layak operasi prasarana LRT Jakarta.

Kemudian, lanjut Iwan, hasil rekomendasi dan sertifikat layak operasi kemenhub tersebut menjadi landasan Dinas Perhubungan DKI mengeluarkan izin operasional.

"Semua sudah dicek dan kita sedang menyelesaikan proses proses perizinan itu," ungkapnya.

Terkait tarif, Iwan menyebut bahwa pihaknya juga masih menunggu keputusan pemerintah. Namun, pihaknya juga tengah melakukan pembahasan perihal skema kerjasamanya, apakah bangun-serah-guna atau build transfer operate (BTO) atau bangun-guna-serah atau build operate transfer (BOT) yang mempengaruhi besaran subsidi.

"Kalau memang pakai BOT, kami siap. Biaya perawatan sarananya kan masih garansi dua tahun. Jadi tahap awal operasi tidak terlalu membebani biaya perawatan," ungkapnya.

Pada saat operasional nanti, lanjut Iwan, LRT sudah langsung terintegrasi dengan halte TransJakarta Velodrome hingga ke Dukuh Atas. Sehingga, dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Integrasi dari stasiun velodorme menuju halte bus menggunakan skybdrige yang menggunakan rangka baja.

"Kami sudah melakukan workshop, sharing dengan PT TransJakarta. bagaimana sistem tiketing, jadwal dan sebagainya. TransJakarta juga akan menyesuaikan perpanjangan halte untuk memfasilitasi penumpang LRT," pungkasnya.