Mendadak Membisu Soal Proyek Dari Duit CSR Rp500 Miliar

Rapat Kerja Dengan DPRD,  Kadis Bina Marga Kelabakan

Anugrah
Rapat Kerja Dengan DPRD,  Kadis Bina Marga Kelabakan
Ilustrasi

Jakarta, HanTer -- Rapat kerja antara komisi D DPRD DKI dengan Dinas Bina Marga terkait penyerapan anggaran tahun 2018, yang digelar Senin (4/2) menjadi ujian pertama Hari Nugroho selaku kepala dinas pasca terpilih dalam lelang jabatan belum lama ini. 

Dalam rapat yang dipimpin Nasrullah selaku wakil ketua komisi D dan Pandapotan Sinaga selaku sekretaris, Hari Nugroho tampak kelabakan menjawab pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan, lantaran kurang menguasai permasalahan. Akibatnya, sekretaris dinas (sekdis) Yudi Febriadi yang lebih dominan menjawab pertanyaan dari kalangan DPRD.

Salah satu permasalahan yang disorot politisi Kebon Sirih yakni soal proyek Jembatan Semanggi dan penataan trotoar Sudirman-Thamrin yang dibiayai duit CSR.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan ada CSR dari pengembang yang lagi bangun gedung di Kawasan Sudirman Thamrin. Sebagai kewajiban KLB nilainya mencapai  Rp 500 Miliar. CSR ini digunakan untuk membangun jembatan Semanggi Rp 300 miliar. Dan sisanya digunakan untuk menata trotoar Jalan Sudirman-Thamrin.

"Yang menetapkan PT.Jaya Konstruksi dan PT. Wijaya Karya sebagai kontraktor itu siapa?," ujar anggota dewan.

"Prosesnya dilelang atau penunjukan langsung ? Kemudian anggarannya berapa masing-masing paket," cecer anggota dewan.

Mendapat pertanyaan tersebut, Hari Nugroho tak berkutik dan tidak bisa menjawab.  Hingga akhirnya Hari melempar jawaban ke Sekdis dan PPTK (Pejabat Penanggung Jawab Teknis Kegiatan).

Menanggapi kondisi ini, ketua umum koalisi rakyat pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto menilai sangat terlihat sekali Hari Nugroho selaku kadis bina marga kurang menguasai permasalahan yang ada didinasnya. 

"Inilah hasil lelang jabatan yang dilakukan Pemprov DKI dimana pejabat menempati posisi yang bukan tupoksinya. Istilahnya the right man in the wrong place,"°ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (5/2).

Akibatnya, lanjut pria yang akrab disapa SGY ini, Hari Nugroho yang berasal dari dinas lingkungan hidup tidak bisa bekerja cepat lantaran harus belajar kembali permasalahan yang ada di dinas bina marga. 

"Ini indikasi bahwa lelang jabatan di era Gubernur Anies Baswedan tidak lebih baik dari Gubernur sebelumnya. Ini harus jadi perhatian serius dan perlu dievaluasi secara menyeluruh," bebernya.

Terkait permasalahan duit CSR Rp 500 Miliar dimana jajaran pejabat dinas bina marga tidak ada yang bisa menjawab alias gagu menurut SGY sangat janggal sekali.

"Kok pejabat dinas bina marga pada gagu (bisu) sih gak ada yang bisa jawab, jadi tugasnya dinas bina marga itu sebagai apa ? Terus serah terima proyek yang didanai CSR tersebut kesiapa? Saya rasa mantan kepala dinas bina marga sebelum Hari Nugroho menjabat sangat berperan dan terkait langsung dengan proyek tersebut," tegasnya.