Jakarta Rentan DBD; Anies Minta Warga Reaktif

danial
 Jakarta Rentan DBD; Anies Minta Warga Reaktif

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta meminta warga untuk merespon cepat bila menemukan keluarganya mengalami tanda-tanda atau gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) jangan sampai menunggu parah baru datang ke puskesmas.

"Jangan menunggu sampai parah, datangi langsung ke puskesmas kemudian periksa dan apabila harus dirawat maka kita akan siap untuk perawatannya," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Senin (4/2/2019)

Semua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta akan menampung semua pasien yang mengalami DBD serta dibebaskan biaya perawatan.

Gubernur akan memastikan bahwa semua pasien DBD mendapatkan perawatan dengan cepat karena kasus DBD membutuhkan waktu untuk bisa pulih.

"Tapi masa pemulihan itu harus melalui perawatan yg benar. Kemarin saya menemukan kasus dimana anak sempat merasa sehat dibiarkan bermain, akhirnya terjadi pendarahan dan komplikasi. Jadi (harus) respon cepat," kata Anies.

Selain itu, kegiatan preventif akan di genjot, dimana garda paling depan adalah kader juru pemantau jentik (jumantik). Mereka berkeliling memastikan bahwa tidak ada genangan, tidak ada potensi-potensi media tumbuhnya jentik-jentik.

Saat ini masih banyak kasus DBD dan kebanyakan terjadi di tempat-tempat yang dekat dengan ladang, kebun, di perumahan yang ada lahan-lahan terbuka, katanya.

"Jakarta Selatan yang masih banyak ruang terbuka dan ruang terbuka itu yang jadi tempat tumbuh kembang nyamuk," kata Anies.

Saat ini, secara jumlah kasus DBD terbanyak di Jakarta Selatan yakni 297 kasus, di Jakarta Timur 248 kasus, di Jakarta Barat 233 kasus, di Jakarta Utara 57 kasus, di Jakarta Pusat 43 kasus dan Kepulauan Seribu tidak ditemukan kasus DBD.

"Fogging akan dilakukan tapi tidak harus serentak, yang diutamakan daerah Selatan," katanya.

#Jakarta   #Soal   #DBD