Kekisruhan P3SRS The Bellezza meruncing, Karyawan Gelisah

Safari
Kekisruhan P3SRS The Bellezza meruncing, Karyawan Gelisah
Istimewa

Jakarta, HanTer - Beberapa Karyawan Building Management (BM) The Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan, mulai mempertanykan nasibnya. Pasalnya dalam beberapa pekan ini terjadi kekisruhan antara Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) hingga berujung pada terbentuknya Panitia Musyawarah yang dinilai oleh sebagian anggota P3SRS lainnya cacat hukum. 

Adanya pro dan kontra antara anggota P3SRS ini berakibat pada ketidakjelasan masa depan kerja para karyawan BM. Bebererapa karyawan BM The Belleza Permata Hijau yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kerisauannya kepada awak media dan disamping itu pihak eks pengembang telah memasukkan pihak luar serta mengambil alih beberapa posisi di Building Management dengan cara cara yang tidak sah.

“Kami ini cuma karyawan yang secara profesional direkrut untuk membantu kerja P3SRS. Dengan adanya konflik antar pengurus P3SRS ini tentunya kami terkena imbasnya seperti bagaimana gaji kami serta masa depan  status kami. Sementara P3SRS yang berkontrak dengan kami masa kepengurusannya seharusnya sampai  akhir Desember 2019. Dilain pihak sekarang sudah terbentuk Panmus yang arahnya pada penggantian kepengurusan bahkan dirapat Panmus 28 Januari 2019 lalu salah satu kubu mengangkat kepengurusan sementara,” jelasnya, Jumat (1/2/2019).

Mereka menilai, ketidakpahaman kubu yang berseberangan ini sudah melampaui kewenangan yang terdapat dalam Pergub 132 tahun 2018. Mereka menambahkan bahwa tidak mau mempersoalkan siapa yang sah secara hukum oleh karena itu mereka hanya  berharap agar para tenant bisa melindungi nasib mereka dalam menghadapi konflik ditubuh para pengurus P3SRS.

“Harapan kami saat ini agar pemerintah dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat dan Dinas Tenaga Kerja bisa menjembatani persoalan ini. Kami sebagai rakyat kecil hanya menggantungkan hidup pada pekerjaan kami sebagai karyawan yang sah dan dilindungi oleh Undang undang," tandasnya 

Mereka mengaku secara fisik dan psikis amat tertekan akibat konflik antar  anggota P3SRS namun demikian dihadapan awak media mereka tidak menyebutkan pihak mana yang melakukan hal itu.

“Intinya kami ini cuma karyawan kami tidak mau terlibat pada pusaran konflik mereka , kami disini ingin bekerja secara profesional dan mendapatkan hak kami juga, jika hak kami tidak terlindungi tentunya kamipun akan mengambil langkah hukum secara kolektif, namun demikian sekali lagi kami berharap para tenant dan pemerintah bisa menjadi pengayom kami ditengah konflik ini,” ujarnya.

Seperti diketahui konflik yang terjadi pada P3SRS The Bellezza Permata Hijau berawal dari dibentuknya Panmus yang ditenggarai diinisiasi oleh Ex. Pengembang dan Sekretaris P3SRS The Bellezza Permata Hijau tanpa melibatkan ketua P3SRS Permata Hijau serta anggota P3SRS lainnya.