Kajari Jaksel: Karena Kemanusiaan, Ratna Sarumpaet  Tetap Ditahan di Polda 

zamzam
Kajari Jaksel: Karena Kemanusiaan, Ratna Sarumpaet  Tetap Ditahan di Polda 

 

Jakarta, HanTer - Ratna Sarumpaet (RS) tetap ditahan di rutan Polda Metro Jaya karena faktor kemanusian. Selain usianya yang sudah uzur, jika sakit perobatan terhadap tersangka kasus hoaks (berita bohong) itu lebih mudah karena ketersediaan klinik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan Supardi usai menerima pelimpahan tahap dua di Kejari Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

"Tersangka RS tetap ditahan di Rutan Polda Metro Jaya atas dasar kemanusiaan. Beliau (tersangka RS-red) sudah uzur, umurnya sudah di atas 70 tahun lebih, makanya tetap ditahan disana (Rutan Polda Metro Jaya-red)," ujarnya.

Selain faktor kemanusiaan, penahanan di Polda Metro Jaya atas dasar permintaan keluarga tersangka. 

"Ada permintaan dari pihak keluarga dengan alasan biar mempermudah memeriksa kesehatannya," katanya. 

Ratna Sarumpaet dijerat pasal 28 ayat (3) jo. Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No.11 Tahun 2008  tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Seperti diketahui kasus ini bermula pada 2 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 15.00 WIB, satu tim dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan penyelidikan atas info berita penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang sudah tersebar di media sosial.

Dari hasil penyelidikan diperoleh fakta tertanggal dilaporkan penganiayaan (21 September 2018), ternyata Ratna Sarumpaet sedang melaksanakan operasi kecantikan di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Susun Surat Dakwaan

Terpisah Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri, mengatakan, penyerahan tersangka RS dan barang bukti dilakukan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap, baik formil maupun materiil, oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Dengan diterimanya tersangka dan barang bukti (tahap 2) dari penyidik Polda Metro Jaya, selanjutnya jaksa penuntut umum pada Kejari Jakarta Selatan akan menyusun surat dakwaan untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Negeri  (PN) Jakarta Selatan guna persidangan.

“Tersangka RS disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujarnya.

#RS