Pemkot Jakut Dukung Program  Sedekah Sampah Digagas DKM Masjid

safari
 Pemkot Jakut Dukung Program  Sedekah Sampah Digagas DKM Masjid

Jakarta, HanTer - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mendukung Program Sedekah Sampah yang digagas Dewan Pengurus Masjid (DKM) Masjid Mudjahidin, Kelurahan Rawa Badak Selatasn, Koja, Jakarta Utara.

Program Sedekah Sampah merupakan bentuk keprihatinan DKM atas kurangnya kepedulian warga terhadap lingkungan masing-masing. Selain bisa mengurangi volume sampah, program tersebut juga berkontribusi untuk  pembangunan masjid.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan, Program Sedekah Sampah ini menjadi salah satu upaya panitia mencari donasi pembangunan masjid. Tidak hanya berupa uang, sedekah juga bisa dilakukan dengan memberikan sampah anorganik bernilai ekonomis. 
"Jamaah menyumbangkan sampah-sampah anorganik yang bernilai ekonomis. Nantinya panitia menjualnya kembali dan mendapatkan uang untuk keperluan pembangunan masjid," kata Ali, saat ditemui di halaman Masjid Mudjahidin, Selasa (29/1/2019).

Ali menuturkan, pada pekan lalu, panitia berhasil menukaran sampah anorganik yang disumbangkan jamaah senilai Rp 879 ribu. Nilai tersebut tentunya akan menjadi besar jika terus menerus dijalankan. “Awalnya Satpol Kecamatan yang melatih program ini. Saya kira ini bagus, berati ini kan banyak jamaah yang luar biasa rela mengantarkan sendiri sampahnya. Tidak dijemput tapi diantar sendiri mengumpulkan dan mengantarkan ke panitia masjid,” jelasnya.

Selain beramal, sambung Ali, Program Sedekah Sampah juga dapat mengurangi volume sampah di DKI Jakarta yang sesuai dengan himbauan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyied Baswedan untuk mengurangi volume sampah dan meminimalisir pencemaran lingkungan. Program itu pun rencananya akan didorong ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Utara. Sehingga program diterapkan pada sejumlah masjid, baik yang dalam masa pembangunan rehab ringan maupun total.

"Saya kira ini salah satu upaya dari masyarakat untuk mengurangi sampah di sumber dan masyarakat juga bisa ibadah," katanya.

Sekretaris Bank Sampah DKM Masjid Mudjahidin, Ahmad Azim menjabarkan, panitia menerima sedekah seluruh jenis sampah anorganik. Baik berupa kemasan makanan, minuman, hingga perlengkapan rumah tangga dan barang elektronik yang sudah tak terpakai. Syukur-syukur, barang tersebut masih bisa diperbaiki sehingga nilai jual barang lebih tinggi.

"Program ini sudah kita mulai setahun lalu. Ini kita mulai dari hal yang kecil. Sekecil apapun sumbangan untuk masjid, Insya Allah akan digunakan untuk pembangunan," tandasnya.

Pemilahan sampah anorganik oleh panitia dilakukan setiap akhir pekan. Sampah anorganik yang telah dipilah lalu ditimbang dan dijual melalui bank sampah kecamatan, maupun pengepul barang bekas yang berada di sekitar masjid. Dia berharap, Pemerintah Kota Jakarta Utara mendukung program tersebut. Sehingga lebih banyak lagi jamaah yang peduli dengan pembangunan masjid dengan cara menukarkan sampah anorganik kepada panitia pembangunan. 

"Harapan kami kepada pemerintah, terutama dengan hadiran Pak Wakil Wali Kota bisa mendukung kami, agar bisa lebih bersemangat lagi kedepannya. Semakin banyak lagi masyarakat yang tergerak hatinya untuk memberikan sumbangan pembangunan masjid," tutupnya.