Bentrokan di Tanah Abang Gubernur Anies Harus Tegas

Harian Terbit/Sammy
Bentrokan di Tanah Abang Gubernur Anies Harus Tegas
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko

Jakarta, HanTer—Pengusiran terhadap petugas Satpol PP oleh pedagang kaki lima (PKL) yang hendak ditertibkan, terjadi di kolong Blok F, Tanah Abang, Jalan Kebon Jati Raya, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2019). Para PKL yang biasa berjualan dibawah jembatan penyeberangan multiguna itu, menolak untuk ditertibkan.

Alhasil, para PKL itu melempari petugas satpol PP dengan batu dan gagang besi saat hendak ditertibkan. Sementara para Satpol PP memilih untuk menahan diri dan tak melawan agar tak terjadi bentrokan.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko, mengungkapkan, anggotanya sama sekali tidak terlibat bentrokan di Tanah Abang. Menurut Yani, anggota Satpol PP justru dilempari batu saat berusaha menertibkan PKL di sana.

"Enggak bentrok. Kemarin itu Satpol PP lagi tugas penegakkan aturan, malah dilempari batu," ujar Yani di Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Ia menyampaikan, ada beberapa oknum yang menjadi provokator untuk menghalang-halangi Satpol PP melakukan penertiban. Para oknum itu melempar batu ke arah anggota satpol PP hingga mobil operasional satpol PP rusak.

Adapun bentrokan terjadi sekitar pukul 10.00WIB. Tepatnya, saat 60 personel Satpol PP berusaha menertibkan PKL yang berjualan di bawah skybridge.

Kasatpol PP Kecamatan Tanah Abang Aries Cahyadi mengatakan, penertiban telah dilakukan selama dua minggu sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ketika petugas Satpol PP berusaha mengangkut barang-barang milik pedagang, tiba-tiba para pedagang melempari petugas dengan batu dan gagang besi. Aries menyatakan, bentrokan itu terjadi karena ada provokasi dari oknum tidak bertanggung jawab yang menyulut amarah PKL.

"Saya memimpin penertiban seperti biasa karena kami sudah melakukan penertiban selama dua minggu berturut-turut. Lalu dipicu provokasi dari oknum tidak bertanggung jawab kepada pedagang sehingga menyulut amarah mereka," kata Aries.

"Mereka sudah dendam kepada petugas sehingga mereka melakukan penyerangan. Saat itu, kami tidak melakukan perlawanan, kami berusaha meredam," ujarnya menambahkan.

Kendati demikian, pedagang tetap menyerang petugas. Bentrokan berlangsung sekitar 30 menit. Kaca spion salah satu mobil petugas satpol PP rusak dalam peristiwa itu.

Aries mengatakan, bentrokan dapat diredam setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Tanah Abang. "Kapolsek Tanah Abang, Camat Tanah Abang, dan jajarannya langsung turun ke lapangan," ujar Aries.

Harus Tegas

Pengamat Tata Kota Nirwono Joga, mengatakan, ketidaktegasan kepala daerah dapat berdampak negatif. Contohnya, PKL berani berontak hingga akhirnya berujung bentrok dengan petugas Satpol PP yang tengah melakukan penertiban.

Ia mengatakan, Jakarta membutuhkan sosok gubernur yang tegas dalam mengambil keputusan. "Sekali lagi membuktikan kita membutuhkan gubernur DKI yang tegas," kata Nirwono di Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Nirwono menilai, jika sejak awal Anies tegas melarang PKL berjualan di trotoar Jalan Jati Baru, Tanah Abang , maka PKL tidak akan berani melawan petugas yang tengah melakukan penertiban.

"Kalau saja sejak awal sebelum Jalan Jatibaru ditutup dan pembangunan JPM dibangun, serta melarang PKL berjualan di trotoar, PKL tidak akan berani seperti sekarang," ungkap dia.

Untuk diketahui, sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, PKL dilarang berjualan diatas trotoar. Namun, Anies justru memberikan izin para PKL berjualan di trotoar sebelum JPM Skybridge Tanah Abang.

"Gubernur harus menunjukkan sikap tegas terhadap PKL. Dengan telah terbangun JPM maka PKL tidak boleh berjualan lagi di trotoar dan Jalan Jatibaru dibuka kembali," terang Nirwono.

Menyayangkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyayangkan aksi bentrokan itu. Ia mengatakan pihak yang menyerang Satpol PP bereaksi berlebihan. Seharusnya, kata Anies, PKL dapat berbicara secara baik-baik tanpa membuat keributan.

"Sekarang dengan sudah adanya kejadian pelemparan, pemukulan, maka ini sudah menjadi peristiwa hukum yang sudah ditangani juga oleh kepolisian. Kalau saja tidak terjadi seperti itu, bisa dibicarakan baik-baik," kata Anies, kemarin.

Anies, sekaligus meminta para PKL dapat menerima bahwa tak semua PKL di kawasan itu bisa ditampung di skybridge. Menurutnya, kesepakatan yang sudah ada harus dihargai sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

"Selalu ada yang merasa kurang, ya memang tempatnya akan terus kurang, selalu," ujar Anies.

Jika ada petugas Satpol PP di lapangan yang menertibkan tidak sesuai aturan, maka bisa dilaporkan ke pihaknya. Namun, jika petugas sudah menjalankan sesuai prosedur, Anies meminta agar tidak perlu ada keributan.