Pemilik Smart Herb Indonesia Bantah Jalankan Usaha Ilegal

safari
 Pemilik Smart Herb Indonesia Bantah Jalankan Usaha Ilegal

Depok, HanTer - Supriyadi pemilik CV. Smart Herb Indonesia menyayangkan pemberitaan yang menyudutkan usahanya dengan tudingan tidak memiliki izin produksi, IMB dan tidak adanya palng jenis usaha.

Pemberitaan itu di muat media mingguan di Depok, edisi 7 Januari 2019 terkait adanya dugaan Industri Rumahan Bodong di Cilodong Depok.

"Berita itu berdampak pada psikoligis keluarga saya," ujar Supriyadi kepada wartawan dikantornya, Minggu (13/1/2019).
 
Penelusuran awak media tidak sulit menemukan alamat kantor Supriyadi, bahkan warga sekitar begitu santun dan menginformasikan Supriyadi adalah seorang dermawan dan memiliki sosial tinggi di lingkungan. Ia  bercita-cita membantu pembangunan 100 Masjid. 

"Semua atas ijin Allah, semoga cita-cita saya dikabulkanNya," ujarnya.

Disinggung tentang isu ijin bodong usaha rumahan miliknya, Supriyadi hanya tersenyum dan meminta maaf atas ketidaknyamanan temen-temen wartawan dari salah satu media cetak Depok yang menerbitkan pemberitaan seperti itu.

"Saya minta maaf buat temen media cetak yang datang ke tempat saya awal Januari 2019 lalu dan menerbitkannya di media tersebut tanggal 7 Januari 2019. Memang saat itu saya terburu-buru karena waktu sholat Dzuhur telah memanggil, dan saya pun pamit untuk sholat Dzuhur dulu," kata Supriyadi.

Ia menjelaskan terkait ijin usahanya sudah terpenuhi, hal itu dibuktikannya dengan video klarifikasi yang dibukanya lembaran demi lembaran ijin usaha industri rumahannya.

"Ini ijin-ijin usaha kami, dan alhamdulillah terpenuhi sejak tahun 2016. Sebagai warga negara yang baik, saya akan patuhi semua aturan hukum yang ada," ujarnya.

Diakui Supriyadi, ketika ia membalas WhatsApp dari wartawan media cetak Depok tersebut, dirinya khilaf meski memang diakuinya telah lama bermitra dengan Krimsus Polres Depok dan temen-temen Polda Metro Jaya.

"Secara pribadi saya minta maaf kepada teman-teman Krimsus Polres Depok dan teman-teman Polda Metro Jaya atas khilaf dari tulisan di whatsApp tersebut yang dimuat disalah satu media cetak Depok, semua ini adalah sebagai pembelajaran berharga bagi saya," ujarnya.

Sebagai bentuk kemitraan dan menjalin silaturhami, Supriyadi berinisiatif datang ke Krimsus Polres Depok sekaligus Polda Metro Jaya untuk menyampaikan permintaan maaf-nya karena telah berlaku khilaf.
 

#Pengusaha   #bantah   #usaha   #ilegal