Bareskrim Bekuk 4 Debt Collector Fintech Ilegal

Danial
Bareskrim Bekuk 4 Debt Collector Fintech Ilegal
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Badan Reserse Kriminal Polri mencokok empat tersangka debt collector sebuah perusahaan penyelenggara peer-to-peer (P2P) lending ilegal PT VCard Technology Indonesia (Vloan).

Hal ini disampaikan, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul yang mengatakan keempat tersangka melakukan tindak pidana yang melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Keempat tersangka berinsial IRP, J, RS, dan WW melakukan penagihan nasabah dengan cara yang tidak berprikemanusiaan. Mereka menyebar konten pornografi, mengancam, dan menakut-nakuti nasabah. Korban yang sudah melaporkan tiga orang, maka kami terus menggali apakah ada masyarakat yang mau melapor,” ujar Ricky di Bareskrim Polri, Selasa (8/1/2018).

Dijelaskannya, pelanggaran etika penagihan tersebut dilakukan dengan mengakses data pribadi nasabah, termasuk daftar kontak yang ada di telepon pintar nasabah. Tersangka juga melakukan pengancaman kepada pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan dengan peminjam.

Mengenai motivasi dari para tersangka dalam melakukan tindak pidana tersebut, agar para nasabah merasa cemas dan khawatir sehingga para nasabah yang menunggak akan langsung membayar tagihan pinjaman.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, diketahui yang harus dicantumkan oleh nasabah pada saat peminjaman adalah nama sesuai KTP, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, alamat, rekening bank, pekerjaan, ID card tempat bekerja, foto pemohon dengan memegang KTP dan lima nomor darurat.

“Saat ini belum ada lagi yang melapor, jadi kita tunggu saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, Vloan merupakan salah satu dari ratusan fintech yang tidak terdaftar di OJK. Vloan memiliki server aplikasi di daerah Zheijang, China dengan hosting server di Arizona dan New York, Amerika Serikat.

Vloan telah menyalurkan pinjaman senilai Rp1 miliar ke ribuan orang. Pinjaman yang diberikan Vloan berkisar Rp600.000—Rp1,2 juta.

Selain itu, Vloan membuat platform dengan nama lain, seperti Supercash, Rupiah Cash, Super Dana, Pinjaman Plus, Super Dompet, dan Super Pinjaman.

Bareskrim juga bakal segera memanggil pihak Vloan sebagai pengembang platform fintech ilegal, kasus ini masuk dalam kejahatan korporasi.