DPRD Desak Percepatan  Akreditasi RSUD DKI

sammy
DPRD Desak Percepatan  Akreditasi RSUD DKI

Jakarta, HanTer - Anggota DPRD DKI Jakarta, menyebutkan akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di DKI Jakarta untuk syarat kerja sama dengan BPJS Kesehatan seharusnya berlangsung cepat.

Sekretaris Komisi E (Bidang Kesra) DPRD DKI Jakarta, Veri Yonnevil, saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/1/2019), menyatakan hal itu dikarenakan anggaran kesehatan di DKI juga cukup besar jumlahnya yang bisa digunakan untuk melengkapi syarat-syarat akreditasi seperti struktur gedung, alat kesehatan, dokter dan lainnya.

"Seharusnya untuk (RSUD) DKI mendapatkan akreditasi itu gak akan terlalu sulit, malah bisa cepat, karena anggaran kesehatan tahun ini saja besar kurang lebih Rp11 triliun," kata Veri.

Veri menyatakan tiga RSUD yang kerjasamanya dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dihentikan yakni RSUD Jati Padang, RSUD Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dan RSUD Cipayung, Jakarta Timur, karena RSUD-RSUD tersebut merupakan fasilitas baru.

"Namun pelayanan tetap ada utamanya untuk yang gawat darurat," ujar Veri.

Veri menambahkan DPRD sebelumnya akan memanggil Dinas Kesehatan Jakarta karena masalah ini, namun karena pelayanan sudah bisa dilaksanakan hal tersebut tidak jadi dilakukan.

"Sesuai surat edaran Kemenkes sudah melayani pasien lagi, tidak jadi kami laksanakan. Harapan kami pelayanan tetap jalan dan akreditasi juga berjalan cepat, karena sangat bahaya kalau tak bisa tangani BPJS, jangankan tiga satu RS aja, kalo gak layani satu hari bisa 700 orang pasien tidak tertangani," tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan BPJS Kesehatan menghentikan sementara kerja sama dengan tiga RSUD Jakarta karena masalah akreditasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Khafifah Any mengatakan dua RSUD (RSUD Jati Padang dan RSUD Kebayoran Lama) sebelum Desember 2018 sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tapi tertunda akibat kendala akreditasi.

Kemudian Dinkes DKI mengeluarkan surat pernyataan akan melakukan akreditasi di 2019 sehingga dikeluarkan surat rekomendasi susulan dari Kementerian Kesehatan RI yang menyatakan dua RSUD tersebut aman. Namun RSUD Cipayung masih menunggu hingga kredensial selesai.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menegaskan bahwa pasien BPJS Kesehatan tetap dilayani meskipun ada penghentian sementara kerja sama antara tiga RSUD dengan BPJS Kesehatan yakni yang gawat darurat.

"Kalau rawat inap sehabis rawat jalan yang sudah dirujuk ke situ (tiga RSUD), kalau mau rawat inap atau operasi, kita rujuk ke RS lain," kata Khafifah.

Khafifah mengatakan RSUD Jati Padang dan RSUD Kebayoran Lama tinggal menunggu tanda tangan kerja sama dengan BPJS Kesehatan yang rencananya ditindaklanjuti pada Senin ini. Beda halnya dengan RSUD Cipayung yang masih kredensial.

#DPRD   #DKI