Pemprov DKI Tutup Sementara Diskotek Play A Sure

Sammy Edward
Pemprov DKI Tutup Sementara Diskotek Play A Sure
Suasana penutupan diskotek Play a Sure diKomplek Duta Merlin (Sammy)

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menutup sementara diskotek Play A Sure yang terletak di kawasan Kompleks Duta Merlin, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Minggu (30/12/2018) malam.

Penutupan dilakukan terkait 7 pengunjung diskotek yang terbukti menggunakan narkoba saat razia gabungan pada Sabtu (29/12/2018) kemarin.

"Kegiatan penutupan sementara yang dilakukan Satpol PP DKI Jakarta adalah dalam rangka melaksanakan amanat dari Pergub 18 tahun 2018. Jadi yang kami lakukan menutup sementara tempat usaha ini, karena kedapatan narkoba dalam giat semalam yang dilakukan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya," kata Kasi Ops Satpol PP DKI Jakarta Harry Apriyanto di lokasi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penutupan yang dilakukan ini bersifat sementara. Hal itu guna mencegah terjadinya pelanggaran serupa kembali terjadi.

Harry menerangkan, tindak lanjut pasca penutupan sementara akan dilakukan oleh Pemprov DKI pasca keluarnya hasil penyidikan di Polda Metro Jaya.

"Sementara ini, untuk mencegah terjadinya pelanggaran di kegiatan usaha ini dan untuk waktunya sangat bergantung dari hasil rilis dari polda metro jaya. Kita lihat hasilnya seperti apa, saya nggak bisa tahu waktunya dan saya nggak bisa ngomong hasilnya. Semua itu menunggu proses penyidikan. Jadi kami juga berkoordinasi dengan dinas pariwisata mengenai kegiatan usaha yang ada di sini," sambungnya.


Adapun dalam proses penutupan diskotek tersebut, cukup berlangsung lama. Pihak Satpol PP sempat melakukan pemeriksaan di beberapa area ruangan diskotek yang terletak di lantai tiga tersebut. Pasca melakukan pemeriksaan di beberapa ruangan, pihak Satpol PP melakukan penyegelan.

Pasca penyegelan dilakukan, pihak manajemen sempat menyampaikan keberatannya atas proses penutupan yang dilakukan oleh Satpol PP. Bahkan, insiden perobekan terhadap tanda penyegelan pun sempat dilakukan oleh pihak keamanan diskotek.

Namun akhirnya pihak manajemen menerima setelah diberitahukan mengenai aturan penutupan yang tertuang di Pergub Nomor 18 Tahun 2018.

Terkait hal itu, Harry mengungkapkan adanya ketidaktahuan dari pihak manajemen tentang aturan yang ada. Ia menerangkan, di Pergub 18 tahun 2018 memungkinkan Satpol PP menghentikan usaha jika memang terkait dengan adanya pelanggaran narkoba.

"Jadi di Pergub itu untuk narkoba, judi dan prostitusi, tanpa melalui surat peringatan, bisa dilakukan penutupan. Yang kami lakukan sesuai pasal 57 dalam rangka penyidikan oleh penyidik pegawai negeri sipil maupun penyidik Polri. Usaha tersebut dapat dilakukan penutupan," terang Harry.

Tak hanya di Diskotek Play A Sure, Satpol PP juga mengawasi sejumlah tempat hiburan lain yang terindikasi sebagai tempat penyalahgunaan narkoba. Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan pihak kepolisian mengenai pengawasan tersebut.

"Semua kami awasi. Kami Satpol PP punya tim pengawasan tempat usaha. Kalau memang sudah terilis media atau ada laporan kami akan tindaklanjuti," bebernya.

Diketahui sebelumnya, pada Sabtu (29/12/2018) malam, jajaran kepolisian, BNNP DKI, dan TNI sempat melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan malam.

Sebanyak tujuh pengunjung diskotek ditahan anggota Direktorat Narkoba (Dirnarkoba) Polda Metro Jaya. Ketujuh pengunjung tersebut ditahan usai kedapatan mengonsumsi narkoba.

"Ketujuh orang itu tediri atas empat orang pria dan tiga orang wanita," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Minggu (30/12/2018).

Dia mengatakan, ketujuh pengunjung itu di antaranya lima orang positif mengonsumsi methaphetamine dan dua orang lainnya menggunakan THC.