Pengamat: Ada Kasus di KPK Diselesaikan Secara Politik

- Sabtu, 18 Februari 2023 | 16:55 WIB
Kantor KPK
Kantor KPK

HARIANTERBIT.com - Pengamat Politik Hendri Satrio (Hensat) tak memungkiri tentang adanya kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diselesaikan secara politik.

"Kalau ditanya apakah ada politisasi di KPK? Lebih amannya saya jawab tidak ada. Tapi, ada kasus diselesaikan secara politik," ujarnya dalam Dialog Publik 'Pelanggaran Etik Pimpinan KPK dan Politisasi Kasus di Gedung Merah Putih' yang digelar Forum Kajian Demokrasi Bersih (Fokad) di Upnormal Raden Saleh, Cikini, Jakarta, Jumat (16/2/2023).

Ia mengatakan, KPK lahir dari keputusan politik. Komisionernya juga dipilih dari proses politik. Karena itu, wajar bila publik curiga bila ada politisasi ada dalam penanganan kasusnya.

Baca Juga: Ferdy Sambo Cs Ajukan Banding, Begini respon Orangtua Brigadir J

"KPK ada dalam ranah politik. Kalau ada dugaan politisasi, pasti ada," ujar Hensat.

Karena itu, ujarnya, dugaan ada politisasi atau tidak ini tergantung bagaimana kita melihatnya.
Ia menjelaskan, KPK bisa bilang sudah ada di jalur yang benar sekarang.

"Apakah Firli memimpin dengan baik saat ini?. Harus kita akui, ada OTT, pendekatannya lebih ke persuasif. Ada bagusnya, kurangnya juga ada," kata Hensat.

Terkait dengan penyelidikan Formula E yang menyeret nama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Hensat mengaku berusaha melihatnya secara jernih.

Baca Juga: KPK Periksa Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Material Pembangunan Kapal Angkut Tank

"Soal kasus Formula E, aman-aman aja kan Mas Anies sampai sekarang. Ada gosip akan begini begitu, tapi tak akan terjadi. Jadi saya yakin Firli bisa profesional," kata dia.

Lebih lanjut, dia yakin, kasus Formula E ini dipantau oleh jutaan rakyat Indonesia. Dia berharap KPK dapat menjaga marwahnya sebagai lembaga penegak hukum dan tidak menjadi alat politik.

"Kita yakini KPK tidak akan menjadi alat politik untuk memukul atau mendukung kekuatan manapun. KPK harus tetap terjaga," ujarnya.

Baca Juga: Bantah Dukung Sistem Proporsional Tertutup, Jokowi: Saya Bukan Ketua Partai

Justru, dalam kondisi saat ini, kata Hensat, alangkah tepatnya bila KPK mulai berpikir sampai kapan lembaga ini ada.

"KPK bisa dibubarkan kalau Jaksa dan Polri bagus berantas korupsi," katanya.

Editor: Arbi Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X