Ricky Rizal Benarkan Ada Perintah Tembak Brigadir J dari Ferdy Sambo

- Senin, 9 Januari 2023 | 11:21 WIB
Terdakwa perkara pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin/harianterbitcom)
Terdakwa perkara pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin/harianterbitcom)

HARIANTERBIT.com - Ricky Rizal membenarkan ada perintah untuk menembak Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Perintah itu disampaikan Ferdy Sambo di lantai tiga rumah pribadi Jalan Saguling, Jakarta Selatan. 

Ricky menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 9 Januari 2023. Dalam persidangan majelis hakim meminta penjelasan terkait peristiwa di Jalan Saguling pada 8 Juli 2022 sesaat setelah tiba dari Magelang.
 
Ricky mengatakan bahwa dia dipanggil Ferdy Sambo melalui handy talky untuk menghadap di lantai tiga. Dia menyebut saat itu Ferdy Sambo seorang diri saat dia menghadap. 
 
 
"Saya duduk terus bapak menanyakan ada kejadian apa di Magelang. Saya jawab tidak tahu, terus Bapak diam. Tiba-tiba menangis sambil kelihatan emosi sekali. Terus menyampaikan kalau Ibu sudah dilecehkan Yosua," tuturnya di ruang sidang.
 
Ricky menambahkan bahwa saatvitu dirinya diminta menembak Brigadir J jika ada perlawanan. Pasalnya Ferdy Sambo berencana mengklarifikasi terkait pelecehan seksual. 
 
"Terus beliau menyampaikan mau panggil Yosua. Saya dimimta untuk backup dan mengamankan, kamu backup saya amankan saya, kalau dia melawan kamu berani gak tembak dia. Setelah itu saya jawab: saya tidak berani Pak saya tidak kuat mentalnya," tuturnya.
 
 
Hakim ketua Wahyu Iman Santoso memastikan perintah menembak yang diberikan ke Ricky saat itu.
 
"Kalimatnya begitu? bukan hajar?" tanya Wahyu.
 
"Betul yang mulia. Tidak ada kalimat hajar," jawab Ricky
 
"Tapi tembak?" cecar hakim.
 
"Kalau dia melawan kamu berani nggak tembak dia. Kalau dia melawan," ucap Ricky. 
 
 
Permintaan Ferdy Sambo tersebut ditolak. Karena itu Ricky diminta memanggil Bharada E atau Richard Eliezer oleh Ferdy Sambo.
 
Diketahui Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Dalam kasus tersebut terdapat lima terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. 
 
Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 subsider Pasal 338 junto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan hukuman maksimal hukuman mati. ***
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GBB Ajak APINDO Dukung Konsep FMHI

Sabtu, 1 April 2023 | 06:28 WIB
X