Kejanggalan di Sidang Ferdy Sambo, Jaksa: Kok Hubungi Ricky Lewat HT, Kenapa Tidak HP?

- Jumat, 9 Desember 2022 | 09:58 WIB
Terdakwa Ferdy Sambo didampingi kuasa hukumnya Arman Hanis di PN Jakarta Selatan.  (ikbal muqorobin/HARIANTERBIT.com)
Terdakwa Ferdy Sambo didampingi kuasa hukumnya Arman Hanis di PN Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin/HARIANTERBIT.com)

HARIANTERBIT.com - Kejanggalan sidang Ferdy Sambo dalam perkara pembunuhan Brigadir J kembali mengemuka.

Kesaksian Ferdy Sambo pada persidangan di PN Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Desember 2022 menyisakan rangkaian peristiwa yang dianggap janggal. Kejanggalan tersebut dikejar oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan yang tidak terjawab Ferdy Sambo. 

Itu terlihat saat jaksa mengurai peristiwa pada 8 Juli di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Tepatnya saat Ferdy Sambo meminta Ricky menemuinya di lantai tiga melalui handy talky (HT). 
 
Jaksa melihat kejanggalan karena pada keterangan sebelumnya Ferdy Sambo tidak mengetahui orang-orang yang kembali dari Magelang bersama istrinya Putri Candrawathi.
 
 
Sedangkan Ricky merupakan ajudan yang ditugaskan di Magelang untuk mendampingi anaknya.
 
"Saudara mengatakan anda tidak tahu siapa saja yang datang dari Magelang?" tanya jaksa
 
"Demikian," jawab Sambo. 
 
"Coba, Anda kan taunya Ricky dan Kuat di Magelang karena mereka tugas di sana, tadi anda juga mengatkan demikian. Kok Anda menghubungi Ricky lewat HT, seolah-olah Anda sudah tahu Ricky di bawah?" cecar jaksa. 
 
 
Sambo mengaku saat itu hanya terpikir Ricky yang harusnya dipanggil. Meskipun dia menyebut tidak mengetahui apakah Ricky ikut dari Magelang atau tidak. 
 
"Seingat saya Ricky yang harus saya panggil. Saya juga tidak bisa memastikan dia datang, tapi saya panggil dia ke lantai tiga," katanya.
 
Jaksa semakin mengendus kejanggalan dari cerita yang diungkap eks Kadiv Propam Polri itu. Karena Sambo memanggil Ricky padahal tidak tahu apakah Ricky juga turut ke Jakarta. 
 
"Saya tidak tahu siapa saja yang datang. Kemudin saya berpikir Ricky ini kemungkinan akan ikut," kilah Sambo. 
 
 
"Yang jelas jawaban saya saya tidak bisa memastikan Ricky ada tapi saya yakin dia ikut," imbuh Sambo. 
 
Jaksa menyatakan tidak menemukan alasan Ricky dan Kuat ikut pulang ke Jakarta bersama Putri Candrawathi.
 
Padahal keduanya bukan orang yang ditugaskan melekat dengan Putri. Justru urusan di Magelang menjadi tugas Ricky dan Kuat mendampingi putra Sambo.
 
"Nah ini makanya yang menjadi janggal. Anda tidak tahu kok. Tahunya Ricky dan Kuat di Magelang, kok hubungi Ricky lewat HT? Kalau memang anda tahu kenapa tidak lewat HP?" tanya jaksa. 
 
 
"Ya itulah yang saya sampaikan tadi bahwa saya berpikir bahwa Ricky harus saya panggil," jawab Sambo. 
 
Diketahui menurut Ferdy Sambo, Ricky dipanggil ke lantai tiga untuk mengkonfirmasi kejadian pelecehan seksual yang dialami Putri di Magelang oleh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
 
Saat itu Sambo juga meminta kesediaan Ricky untuk 'backup' dan menembak jika Brigadir J melawan. Permintaan itu ditolak Ricky.
 
 
Sambo kemudian memanggil Bharada E alias Richard Eliezer. Dia meminta hal yang sama. Saat itu Bharada E menyanggupi permintaan Sambo. 
 
Diketahui Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Dalam kasus tersebut terdapat lima terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. 
 
Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 subsider Pasal 338 junto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan hukuman maksimal hukuman mati. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Terkini

Curi Perhiasan, Dua Sejoli Ditangkap

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:39 WIB

Mendisiplinkan Diri

Kamis, 26 Januari 2023 | 06:26 WIB

Bharada E Pasrah, Serahkan Putusan ke Majelis Hakim

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:55 WIB

Bharada E Merasa Diperalat Ferdy Sambo

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:05 WIB
X