Korban Penganiayaan Minta Kapolda Metro Atensi Laporannya

- Kamis, 8 Desember 2022 | 18:21 WIB

HARIANTERBIT.com - Hasan Ali, korban penganiayaan meminta perhatian Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran atas laporannya. Apalagi sudah satu bulan lebih laporannya tidak ada perkembangan. Padahal sejumlah bukti telah diserahkan baik berupa visum dan CCTV waktu penganiayaan terjadi. Laporan polisi teregister dengan Nomor LP/B/5685/XI/2022/SPKT/POLDAMETROJAYA Tanggal 7 November 2022.

"Saya buat laporan tanggal 7 November 2022. Sekarang sudah tanggal 8 Desember 2022. Tapi laporan saya tidak ada perkembangan," ujar Hasan Ali di Jakarta, Kamis, 8 Desember 2022.

Baca Juga: Polri Geledah Kantor Pertamina Patra Niaga di Banjarmasin Kalsel

Menurut Ali, setidaknya 5 saksi telah diperiksa. Selain itu alamat dan nomor terlapor juga telah diserahkan. Bahkan penyidik juga sudah menjanjikan akan menangkapnya. Namun hingga kini terlapor masih saja bebas. Pada tanggal 27 November 2022 terlapor juga menghubungi dirinya dan mengancam akan membunuhnya karena telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke polisi.

"Jadi saya minta Kapolda jangan diam saja. Tegakan keadilan, karena saya korban. Saya dipukuli hingga kepala saya bocor sehingga harus dijahit 4 jahitan. Gigi geraham kiri atas saya juga patah," ungkapnya.

David Sitorus, kuasa hukum Hasan Ali mengatakan, semua sama kedudukannya di mata hukum. Oleh karena itu kasus yang dialami kliennya harusnya segera diproses. Apalagi ada beberapa kasus sebelumnya yang hanya bermodalkan CCTV bisa segera ditangkap. Sementara Hasan Ali, korban penganiayaan sudah menyerahkan semua bukti tapi tidak diproses. 

Baca Juga: KPK Sebut Penyelidikan Formula E Masih Berjalan

"Apakah kasus yang dialami ada intervensi dari pihak tertentu sehingga tidak diproses?," tanya David.

David menilai, kasus yang dilaporkan kliennya juga bukan perkara rumit. Alamat dan nomor telepon terlapor juga jelas dan telah diserahkan ke penyidik. Terlapor juga sudah melakukan tindak premanisme yang harusnya sesuai pesan Kapolri harus segera ditindaklanjuti. Pesan yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni tindak premanisme, judi dan narkoba. 

"Tapi bagaimana mau bertindak, Sprindik juga tidak dikeluarkan oleh penyidik yang menerima laporan klien saya," tandasnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Akhlak Baik

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:26 WIB

Curi Perhiasan, Dua Sejoli Ditangkap

Kamis, 26 Januari 2023 | 11:39 WIB

Mendisiplinkan Diri

Kamis, 26 Januari 2023 | 06:26 WIB

Bharada E Pasrah, Serahkan Putusan ke Majelis Hakim

Rabu, 25 Januari 2023 | 21:55 WIB
X