Ketua Hakim Dilaporkan, KY Pastikan Tak Pengaruhi Sidang Perkara Pembunuhan Brigadir J

- Kamis, 8 Desember 2022 | 12:06 WIB
Hakim ketua perkara pembunuhan Brigadir J, Wahyu Iman Santoso, dilaporkan ke KY. (ikbal muqorobin)
Hakim ketua perkara pembunuhan Brigadir J, Wahyu Iman Santoso, dilaporkan ke KY. (ikbal muqorobin)
HARIANTERBIT.com - Tim hukum Kuat Ma'ruf melaporkan hakim ketua perkara pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Wahyu Iman Santoso ke Komisi Yudisial (KY). Wahyu dilaporkan Dalam dugaan pelanggaran kode etik.
 
Komisi Yudisial sudah menerima surat laporkan yang dilayangkan tim Hukum Kuat Ma'ruf. 
 
"Benar, yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya mengajukan laporan terhadap Ketua Majelis kepada Komisi Yudisial," ujar juru bicara KY, Miko Ginting saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Desember 2022. 
 
 
Terhadap laporan tersebut Komisi Yudisial akan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebagai tahap awal proses pelaporan.
 
Miko matikan bahwa KY akan bertindak objektif. Dia memastikan proses persidangan perkara pembunuhan Brigadir J tidak akan terganggu dengan proses tersebut.
 
"Yang pasti, Komisi Yudisial akan memeriksa laporan ini secara objektif. Perlu pemahaman bahwa area Komisi Yudisial adalah memeriksa ada atau tidaknya pelanggaran etik dan perilaku hakim. Jadi, penanganan laporan ini tidak akan mengganggu jalannya persidangan," tegas Miko. 
 
 
Sebelumnya Kuasa hukum Kuat, Irwan Irawan mengatakan selain melapor ke Komisi Yudisial, Wahyu juga dilaporkan ke Badan Pengawas Mahkamah Agung.
 
"Iya lapor ke Komisi Yudisial, ketua majelisnya, sama ke Bawas Mahkamah Agung," katanya saat dihubungi, Kamis 8 Desember 2022. 
 
Irwan menjelaskan Wahyu dilaporkan karena dugaan kode etik saat memimpin persidangan untuk Kuat Ma'ruf. Disebutkan Wahyu dianggap berpihak dalam memimpin sidang. 
 
 
"Kaitannya dengan kode etik karena dalam beberapa persidangan pemeriksaan saksi banyak kalimat-kalimat ketua majelis yang sangat tendensius kami lihat," ungkapnya.
 
Surat laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh Wahyu disampaikan ke Komisi Yudisial pada Rabu, 7 Desember 2022. ***
 
 

Editor: Yuli Terbit

Artikel Terkait

Terkini

Tokoh Muda NU Bela OJOL, Tolak Bayar ERP

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:08 WIB

Waka Komisi IX: Butuh Tindakan Tegas Atasi Kasus TPPO

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:55 WIB
X