Di Hadapan Ferdy Sambo, Agus Nurpatria Bela Hendra Kurniawan

- Selasa, 6 Desember 2022 | 11:48 WIB
Mantan Kaden A Biro Paminal Divpropam Polri Agus Nurpatria diperiksa pertama oleh majelis hakim. Dalam sidang Agus membela mantan atasannya Hendra Kurniawan. (ikbal muqorobin)
Mantan Kaden A Biro Paminal Divpropam Polri Agus Nurpatria diperiksa pertama oleh majelis hakim. Dalam sidang Agus membela mantan atasannya Hendra Kurniawan. (ikbal muqorobin)
HARIANTERBIT.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perkara pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Selasa, 6 Desember 2022. Sidang digelar untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 
 
Adapun agenda sidang yakni pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Diantara saksi yang hadir yakni mantan anak buah Ferdy Sambo di Divpropam Polri yang kini menjadi terdakwa perkara perintangan penyelidikan atau obstruction of justice.
 
Mereka adalah Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Irfan Widyanto. 
 
 
Mantan Kaden A Biro Paminal Divpropam Polri Agus Nurpatria diperiksa pertama oleh majelis hakim. Dalam sidang Agus membela mantan atasannya Hendra Kurniawan.
 
Di hadapan Ferdy Sambo Agus menuturkan saat membawa jenazah Brigadir J ke Jambi. Agus menolak pemberitaan yang menyudutkan Hendra saat penyerahan jenazah ke pihak keluarga. 
 
"Saya juga menyampaikan di sini kalau ada berita viral tentang Pak Hendra, peristiwanya tidak seperti itu. Saya sudah mendampingi Pak Hendra dari 2016. Pada saat kejadian itu baru saya melihat Pak Hendra yang secara sopan menyampaikan kepada pihak keluarga semuanya dan menjelaskan," katanya di sidang.
 
 
Diketahui diberitakan bahwa saat menemui keluarga korban disebut Hendra bicara tak sepatutnya. Juga, melarang membuat dokumentasi melalui foto. Itu yang dilanggar Agus pada persidangan.
 
"Kemudian kalau ada berita viral yang negatif tentang Pak Hendra saya tidak setuju itu yang mulia," tandas Agus. 
 
Sebelumnya Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Dalam kasus tersebut terdapat lima terdakwa yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. 
 
Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 subsider Pasal 338 junto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan hukuman maksimal hukuman mati. ***
 
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Peras Polisi Diungkap Polisi

Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:31 WIB

Tokoh Muda NU Bela OJOL, Tolak Bayar ERP

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:08 WIB

Waka Komisi IX: Butuh Tindakan Tegas Atasi Kasus TPPO

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:55 WIB
X