Perubahan Emosi Ferdy Sambo saat Tahu Isi Rekaman CCTV Komplek: Marah sampai Menangis

- Senin, 28 November 2022 | 14:40 WIB
Empat terdakwa obstruction of justice menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Bharada E,  Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.   (ikbal muqorobin)
Empat terdakwa obstruction of justice menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Terdakwa perkara perintangan proses hukum atau obstruction of justice Arif Rachman Arifin mengungkapkan perubahan drastis emosi Ferdy Sambo saat mengetahui ada rekaman CCTV yang memperlihatkan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat masih hidup saat dirinya tiba di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. 

Perubahan ekspresi Ferdy Sambo itu diungkap Arif saat menjadi saksi dalam perkara pembunuhan Brigadir J untuk terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 28 November 2022. 
 
Arif menuturkan pada 13 Juli 2022 dini hari melihat rekaman CCTV komplek. Dalam rekaman tampak Brigadir J terlihat masih hidup. 
 
 
Malam harinya Arif dan Hendra Kurniawan menghadap Ferdy Sambo terkait isi rekaman tersebut. Sebelumnya dikatakan bahwa Ferdy Sambo tiba di rumah dinas usai penembakan Brigadir J terjadi. 
 
"Sempat terdiam lalu ngomong sedikit agak marah: nggak bener itu, udah kamu percaya saya aja," katanya menurunkan perkataan Ferdy Sambo.
 
Eks Kadiv Propam itu kemudian menanyakan siapa saja yang telah menonton rekaman tersebut. Arif menyebut saat itu melihat bersama dengan Chuck Putranto, Baiquni Wibowo dan Ridwan Soplanit. Ferdy Sambo memerintahkan Arif untuk memusnahkan rekaman CCTV itu. 
 
 
"Pak Ferdy Sambo bilang 'berarti kalau sampai bocor kalian berempat lah yang bocorin," saya diam saja karena beliau mukanya seperti sudah merah marah gitu. Setelah itu beliau memerintahkan untuk dimusnahkan semuanya," tandas Wakaden B Biro Paminal Propam Polri ini. 
 
Arif menambahkan usai memberi perintah pemusnahan CCTV Ferdy Sambo sempat menangis sambil melihat foto keluarganya. 
 
"Terus beliau melihat foto, di kursi beliau ada foto, foto keluarganya terus menangis beliau. Berkata: kamu tau nggak ini, sudah menyangkut kehormatan saya. Percuma saya bintang dua tapi tidak bisa menjaga istri saya," katanya. 
 
 
Melihat hal itu Hendra mengajak Aruf keluar dari ruangan Ferdy Sambo. Sesaat setelah beranjak dari tempat duduk, Ferdy Sambo kembali memerintahkan agar rekaman CCTV tersebut dihilangkan.
 
"Pas kami berdiri, Pak Ferdy kemudian ngomong: kamu pastikan itu nanti semuanya sudah musnah," ucap Arif.
 
Diketahui dalam persidangan terdapat tujuh saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Mereka adalah terdakwa obstruction of justice Arif Rachman Arifin, Agus Nurpatria, Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo.
 
Selain itu ada saksi lain yakni Kombes Susanto Haris, supir Ridwan Soplanit, Audi Pratowo dan Kepala Urusan Logistik Pelayanan Masyarakat Polri, Linggom Parasian Siahaan. ***
 
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tokoh Muda NU Bela OJOL, Tolak Bayar ERP

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:08 WIB

Waka Komisi IX: Butuh Tindakan Tegas Atasi Kasus TPPO

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:55 WIB
X