Kompolnas Soroti Tewasnya Mahasiswa UI

- Minggu, 27 November 2022 | 23:51 WIB
Ilustrasi garis polisi. 1 Bulan Berlalu, Kasus Tewasnya Mahasiswa UI Tertabrak Mobil Pensiunan Polisi Belum Ada Titik Terang. (Foto: pixabay)
Ilustrasi garis polisi. 1 Bulan Berlalu, Kasus Tewasnya Mahasiswa UI Tertabrak Mobil Pensiunan Polisi Belum Ada Titik Terang. (Foto: pixabay)

HARIANTERBIT.com - Kasus meninggalnya seorang mahasiswa, hingga saat ini masih menjadi sorotan dan mendapat tanggapan dari berbagai pihak, Minggu 27 November 2022.

Diantaranya dari Kompolnas yang ikut menanggapi tewasnya mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18), yang ditabrak pensiunan polisi inisial ESBW. Kompolnas mendorong agar kasus tersebut diusut tuntas meskipun pelaku mantan anggota polisi.

"Kompolnas mendorong penyidik Sat Lantas Polres Jakarta Selatan untuk segera menindaklanjuti proses penyidikan kasus laka lantas yang mengakibatkan meninggalnya saudara Muhammad Hasya Attala Syahputra. Meski penabrak adalah purnawirawan Polri, penyidik tetap harus profesional dalam melakukan lidik sidik berdasarkan scientific crime investigation," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Sabtu 26 November 2022.

Baca Juga: Elektabilitas Airlangga Hartarto Rendah, Suara Golkar Bakal Rontok di Pemilu 2024, Lembaga Survei Dituding Ini

Poengky juga mendorong penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengelaborasi berdasarkan saksi-saksi dan bukti-bukti. Tak lupa, Kompolnas turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban.

"Siapa yang penyebab laka lantas sehingga yang bersangkutan harus bertanggung jawab, dan apakah benar korban tidak segera ditolong hingga harus menunggu 30 menit yang mengakibatkan korban meninggal dunia?" jelasnya.

Lanjutnya menyebut upaya perdamaian tidak boleh dijadikan sebagai upaya menghentikan proses kasus kecelakaan itu. Menurutnya, polisi harus tetap mengusut tuntas insiden kecelakaan maut tersebut.

Baca Juga: Saldo di Rekening Brigadir J Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

Walau dikatakan ada upaya perdamaian, kata Poengky, "Tetapi hal tersebut nantinya tidak bisa dijadikan penghentian proses hukumnya. Santunan maupun upaya damai hanya bisa digunakan sebagai pertimbangan bagi Majelis Hakim untuk meringankan hukuman," ungkapnya.

Kasus kecelakaan ini dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 7 Oktober 2022. Adi merasa sangat kecewa lantaran kasus kecelakaan yang menewaskan anaknya itu dirasa jalan di tempat perkara.***

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Tokoh Muda NU Bela OJOL, Tolak Bayar ERP

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:08 WIB

Waka Komisi IX: Butuh Tindakan Tegas Atasi Kasus TPPO

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:55 WIB
X