• Senin, 5 Desember 2022

Fahira: Posisi Guru Istimewa dalam UUD 1945

- Jumat, 25 November 2022 | 14:15 WIB
Anggota DPD Fahira Idris
Anggota DPD Fahira Idris

HARIANTERBIT.com - Salah satu amanah penting para pendiri bangsa kita adalah mewajibkan Pemerintah mengerahkan semua sumber daya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanah yang tertulis dengan tegas pada alinea keempat pembukaan UUD 1945 ini secara langsung dan tidak langsung menginginkan bangsa ini menjadikan guru sebagai salah satu pilar utama dalam upaya besar menjadikan anak bangsa di negeri ini cerdas dan berkualitas.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, pendidikan di mana guru menjadi bagian utamanya adalah praktik nyata mengimplementasikan cita-cita para pendiri bangsa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru menjadi pilar utama meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta akhlak mulia anak bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Sejatinya, guru punya posisi istimewa dalam UUD 1945 karena menjadi tumpuan cita-cita para pendiri republik ini mencerdaskan kehidupan bangsa. Perhatian besar, para pendiri bangsa ini kepada pendidikan dan guru tidak perlu diragukan lagi. Soekarno, Hatta, Sjahrir bahkan Jenderal Besar Sudirman selain pejuang kemerdekaan juga pernah menjadi seorang guru. Mereka adalah para intelektual yang meyakini bahwa pendidikan yang ditopang dengan dukungan penuh negara terhadap kualitas dan kesejahteraan guru akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan terkemuka di dunia,” ujar Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI) di Jakarta Barat, 25 November 2022.

Baca Juga: Juara PPE 2022 Diharap Jaga Api Perjuangan di Kejuaraan Dunia Esports

Menurut Fahira, karena ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ adalah tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Negara untuk mewujudkannya maka kualitas dan kesejahteraan guru harus menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan nasional. Ini karena terminologi ‘cerdas’ dalam UUD 1945 bukan sekedar pintar atau berpengetahuan, tetapi juga harus menjadi karakter, watak dan kepribadian setiap anak bangsa. Membentuk karakter adalah sebuah pekerjaan besar dan guru menjadi salah satu pilar utamanya.

Karakter cerdas juga bermakna bahwa anak-anak Indonesia harus cerdas spiritual atau taat dalam menjalankan ajaran dan perintah agama dan berakhlak mulia. Selain itu, memiliki rasa dan tindakan prikemanusian yang tinggi dan berbudi pekerti luhur.

“Agar tugas guru membangun karakter ini berjalan maksimal, kualitas para guru harus terus ditingkatkan. Kesejahteraan mereka harus semakin baik dari waktu ke waktu. Dengan begitu, para guru akan lebih fokus dan maksimal ikut mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan amanah konstitusi kita. Semoga peringatan Hari Guru menjadi momentum bagi bangsa ini untuk menguatkan kembali komitmen mewujudkan amanah dan cita-cita para pendiri republik kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Senator Jakarta ini.

 

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jakarta Ditetapkan Jadi Tuan Rumah MGMAC 2023

Minggu, 4 Desember 2022 | 17:59 WIB

Tiga Kecamatan di Garut Terdampak Gempa

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:41 WIB
X