Tantang Buka CCTV, Ferdy Sambo Bantah 2 Kesaksian Krusial Eks Ajudan

- Selasa, 22 November 2022 | 16:14 WIB
Terdakwa Ferdy Sambo didampingi kuasa hukumnya Arman Hanis di PN Jakarta Selatan.  (ikbal muqorobin)
Terdakwa Ferdy Sambo didampingi kuasa hukumnya Arman Hanis di PN Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Ferdy Sambo melalui kuasa hukumnya membantah dua kesaksian krusial yang disampaikan mantan ajudannya, Adzan Romer. Karena itu Ferdy Sambo mendesak persidangan membuka CCTV untuk membuktikan kebenaran kesaksian Romer.

Adzan Romer kembali dihadirkan dalam sidang perkara pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi, di PN Jakarta Selatan, Selasa, 22 November 2022.
 
Adzan Romer dihadirkan jaksa penunutut umum untuk mengkonfirmasi sejumlah senjata api yang telah disita sebagai barang bukti.
 
Dalam sidang, Adzan Romer ditunjukkan barang bukti berupa senjata api HS. Namun dia tidak dapat memastikan bahwa senjata yang ditunjukkan jaksa itulah yang dia lihat dibawa oleh Ferdy Sambo sebelum penembakan Brigadir J. 
 
 
"Saya tidak tahu persis senjata HS yang itu atau bukan, tapi saya tahu persis itu senjata HS," kata dia.
 
Menanggapi pernyataan Romer kuasa hukum Ferdy Sambo Arman Hanis meminta persidangan membuka CCTV yang menunjukkan kedatangan kliennya di Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.
 
Arman ngotot meminta CCTV diputas karena menganggap kesaksian Romer tidak tepat.
 
Arman menjelaskan ada dua kesaksian Romer yang dianggap tidak sesuai. Pertama yakni keterangan yang menyebut saat turun dari mobil setibanya di rumah dinas Ferdy Sambo menjatuhkan senjata api HS. Itu bertentangan dengan pengakuan Ferdy Sambo
 
 
"Kita minta dalam persidangan tadi tolong dihadirkan atau diperlihatkan lah CCTV itu, ada dua yang harus dibuktikan apakah benar senjata yang jatuh itu HS, atau senjata Wilson Combat seperti yang diterangkan klien kami dalam BAP," tandas Arman. 
 
Kedua yakni terkait kesaksian Romer yang mengatakan bahwa Ferdy Sambo telah memakai sarung tangan setibanya di rumah dinas. 
 
"Yang kedua, harus dibuktikan juga apa yang disampaikan oleh Romer, karena saya dalam penyidikan juga melihat dengan jelas pada saat turun dari mobil klien kami atau pak FS tidak menggunakan sarung tangan," imbuhnya. 
 
 
Arman mengaku heran karena permintaannya untuk memutarkan rekaman CCTV tersebut belum disetujui di persidangan. Dia menyebut penayangan rekaman CCTV sebagai bagian dari transparansi jalannya sidang. 
 
"Jadi aneh buat kami, kenapa CCTV hari ini yang kami minta tidak diperlihatkan? Sebenarnya kalau persidangan ini bisa transparan atau jelas, ya harusnya CCTV yang membuktikan klien kami turun menggunakan sarung tangan atau tidak itu diperlihatkan," pungkas Arman. ***
 
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Terkini

Baiquni Wibowo Dituntut 2 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:03 WIB

Agus Nurpatria Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:55 WIB

Kapolres Pukul dan Tendang Anak Buah Hingga Terkapar

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:14 WIB

Akhlak Baik

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:26 WIB
X