• Sabtu, 10 Desember 2022

Pemprov DKI Buka Tiga Ruang Limpah Sungai Jakarta Guna Hadirkan Ruang Terbuka dan Kendalikan Banjir

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 21:29 WIB
Pemprov DKI Jakarta membangun tiga Ruang Limpah Sungai (RLS). Dalam kesempatan pembukaan tiga Ruang Limpah Sungai (RLS), yakni RLS Lebak Bulus, RLS Brigif, dan RLS Pondok Ranggon, Kamis (6/10/2022).
Pemprov DKI Jakarta membangun tiga Ruang Limpah Sungai (RLS). Dalam kesempatan pembukaan tiga Ruang Limpah Sungai (RLS), yakni RLS Lebak Bulus, RLS Brigif, dan RLS Pondok Ranggon, Kamis (6/10/2022).

HARIANTERBIT.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan berbagai inovasi dan terobosan untuk mengendalikan banjir. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga terobosan dalam bentuk penguatan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, berbagai pendekatan juga dilakukan, salah satunya adalah menggunakan pendekatan berbasis alam.

Salah satu implikasi dari pendekatan berbasis alam tersebut adalah Pemprov DKI Jakarta membangun tiga Ruang Limpah Sungai (RLS). Dalam kesempatan pembukaan tiga Ruang Limpah Sungai (RLS), yakni RLS Lebak Bulus, RLS Brigif, dan RLS Pondok Ranggon, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan terkait pembangunan yang kerap memberikan dampak kerusakan lingkungan, sehingga penting agar kita menggunakan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

"Kita semua merasakan betul betapa proses pembangunan selama beberapa abad ini banyak mengadopsi pendekatan yang ternyata mengakibatkan kerusakan lingkungan dan kita rasakan dampaknya sekarang,' ucap Gubernur Anies dalam pembukaan secara simbolis RLS Brigif, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: Ini Ruas Jalan dan Wilayah yang Tergenang Banjir di Jakarta

"Ini membuat kita semua harus sadar mengubah pendekatan kita dalam menyelesaikan masalah yang ada, dan kita perhatikan persoalan limpahan air di sungai sebabnya karena cara kita melakukan pembangunan beberapa dekade belakangan ini," tambahnya.

Maka dari itu, dalam hal pengendalian banjir, Gubernur Anies menjelaskan salah satu pendekatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yakni menggunakan nature base solution. RLS merupakan salah satu project pertama di Indonesia berbasis alam yang menangani limpahan air sungai agar dapat mengurangi beban aliran sungai di kawasan hilir atau saat dialirkan ke laut.

"Dan kita bersyukur dan bangga, Alhamdulillah sebuah ikhtiar panjang itu tuntas. Nature base solution atau solusi berbasis alam, namanya menjadi Ruang Limpah Sungai. Limpah ini punya makna berlebih tapi yang positif, dan Alhamdulillah air yang berlimpah disiapkan tempat untuk menampungnya. Jadi, kita punya pendekatan baru, di mana kita sediakan ruang parkir air sementara saat air sungai berlimpah, guna mengurangi beban di kawasan hilir sungai," paparnya.

Baca Juga: Pemda Diminta DPRD Maluku untuk Segera Tangani Korban Terdampak Banjir di Air Buaya

Lebih lanjut, Anies menerangkan bahwa, kehadiran RLS selain berfungsi dalam pengendalian banjir juga memiliki fungsi sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB) yang harapannya akan mengembalikan ekosistem sempadan sungai seperti sedia kala sekaligus menjadi ruang ketiga yakni tempat interaksi dan berkegiatan antarwarga.

"Nature base solution ini juga memanfaatkan infrastuktur biru dan hijau, di mana warga nantinya bisa berkegiatan di tempat ini, dan Ruang Limpah Sungai ini adalah upaya mengembalikan ekosistem sempadan sungai yaitu menahan air pada saat terjadi limpahan, tapi juga menjadi ekosistem sungai yang hidup. Sehingga, kita berharap akan muncul kembali hewan air, tanaman rindang, dan burung yang berdatangan dan menjadi ekosistem yang sehat," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak 11 Tahun

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:55 WIB

Erupsi Gunung Semeru Masih Terus Berlangsung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:15 WIB
X