• Sabtu, 10 Desember 2022

Kasatreskrim Polres Jaksel di Demosi 8 Tahun Terkait Kasus Ferdy Sambo

- Jumat, 30 September 2022 | 22:53 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit. (Dok. Polri)
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit. (Dok. Polri)

HARIANTERBIT.com - Komisi sidang etik menjatuhkan sanksi mutasi bersifat demosi selama delapan tahun terhadap AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit. Sanksi itu dijatuhkan berdasarkan hasil putusan sidang komisi kode etik Polri (KKEP) yang digelar Kamis (29/9/2022).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Ridwan dinilai tindakan tidak profesional saat bertugas terkait kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Maka, Mantan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), dianggap terbukti melakukan pelanggaran etik dan melakukan perbuatan tercela.

"Kemudian juga diberikan sanksi demosi selama 8 tahun," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 30 September 2022.

Baca Juga: Ketua DPW Partai Ummat Papua: Tunduk Pada Hukum, Lukas Enembe Harus Contoh Barnabas Suebu

AKBP Ridwan Soplanit disangkakan melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b, Pasal 6 ayat 1 huruf d, Pasal 10 ayat 2 huruf a Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022, tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

"Dia tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyidik," ucap Dedi,

Ridwan menyatakan banding atas putusan sidang tersebut. Dia merasa keberatan dengan durasi demosi tinggi itu.

Baca Juga: Pemuka Gereja KINGMI Papua Minta Lukas Enembe Jujur ke KPK, Begini Pesannya

"Kemudian yang bersangkutan banding, nanti akan didalami lagi oleh komisi banding," jelas Dedi.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak 11 Tahun

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:55 WIB

Erupsi Gunung Semeru Masih Terus Berlangsung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:15 WIB
X